Ada Proyek di Taput Berbiaya Rp46 M Gunakan Listrik PLN Tanpa Meteran

  • Whatsapp
Foto: TS.
Foto: TS.

SNT – Mega proyek pembangunan jaringan pipa transmisi air baku berbiaya Rp 46 miliar lebih di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara (Sumut) menggunakan arus listrik dari tiang distribusi milik PLN pada lokasi terdekat operasional proyek dalam proses penyambungan pipa transmisi air untuk jenis pipa “high density polyethylene” atau hdpe.

Berdasarkan penelusuran wartawan sejak Minggu (5/9/2021), proyek pengerjaan yang dilaksanakan PT Karya Dulur Saroha di lokasi proyek di Desa Hutauruk Hasundutan, Kecamatan Tarutung itu, pengambilan daya listrik dari tiang distribusi terkesan ilegal.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, penyambungan secara langsung kabel listrik menggunakan tiga buah MCB (miniature circuit breaker) diterapkan tanpa meteran.

Melalui MCB, arus listrik langsung dialirkan ke mesin pipa pengelasan untuk pengelasan batangan pipa hdpe yang membutuhkan daya listrik yang tidak sedikit.

“Untuk menyatukan dua batang pipa hdpe, setidaknya butuh setengah jam untuk penyambungan sempurna,” kata seorang pekerja mesin las hdpe yang ditemui di lokasi.

Dalam satu hari waktu operasional pengerjaan, kata dia, satu mesin las pipa hdpe yang dioperasikan mampu mengelas 20 sambungan pipa hdpe.

Molo kontrak nion tu PLN, ngapasti balgai (Soal kontraknya penggunaan arus listrik secara langsung tanpa meteran dari tiang distribusi, pasti nilainya sudah besar),” sebut pekerja itu.

Saat kondisi penggunaan arus listrik tanpa meteran tersebut dikonfirmasi kepada PLN Tarutung, Ricky Johannes Saragih selaku Manajer PLN Tarutung menyebutkan, jika hal tersebut memang dibenarkan.

Kalau di PLN ada namanya Layanan Sambungan Sementara/multiguna. Layanan ini ditujukan pada pelanggan yang ingin menggunakan aliran listrik yg bersifat sementara/temporer tanpa penggunaan kwh meter. Biasanya digunakan pada acara pesta/kemalangan, pekerjaan proyek yang berjangka waktu atau keperluan lain yang membutuhkan listrik sementara waktu,” tulisnya melalui pesan Whatsapp.


Terkait hal ini, menurut Ricky, pihaknya tidak menerapkan sistem kontrak dalam penentuan besaran pembiayaan penggunaan arus listrik pada kegiatan proyek dimaksud.

Tidak ada kontrak dengan PLN, pelanggan bermohon, bayar, kita sambung listrik untuk penggunaan multiguna nya pak,” ungkapnya.

Tergantung pelanggan bermohon pada daya berapa yang dibutuhkan. Dan di lapangan kita batasi dengan MCB (miniature circuit breaker), sesuai daya,” jelas dia.

Anggaran proyek pembangunan jaringan pipa transmisi air baku Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2021 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera II.

Rampungnya nanti proyek ini, direkomendasikan akan mengatasi ketersediaan kebutuhan air baku dan mengatasi rawan air minum di tiga kecamatan di Taput yakni, Tarutung, Sipoholon dan Siatas Barita.(ts)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *