oleh

Operasi SAR Pencarian ABK KM Mega Top III Dilanjutkan Besok

Smart News Tapanuli, SIBOLGA – Operasi SAR dalam rangka pencarian ke 28 ABK di dalam KM Mega Top III kembali dilanjutkan besok, Rabu, (14/2/2018) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Untuk pencarian melalui jalur laut menggunakan Kapal SAR Nakula milik Basarnas. Sedangkan jalur udara menggunakan pesawat TNI-AL.

“Benar, mulai besok pagi Operasi SAR kembali dilanjutkan, baik pencarian dari laut dan udara dengan menggunakan kapal SAR Nakula dan pesawat TNI-AL,” kata Humas Pos SAR Sibolga, Muhammad Abduh Hasibuan, Selasa, (13/2/2018) malam melalui selulernya.

Untuk lokasi pencarian, akan menyisir titik kordinat yang telah ditentukan. “Untuk lokasi pencarian, kordinatnya telah ditentukan di beberapa titik termasuk di perairan Nias, dan Aceh,” ujar Abduh.

Selain itu, putusan berlanjutnya pencarian setelah dilaksanakan rapat kordinasi di Mako Lanal Sibolga dengan Direktur Operasi Basarnas Kolonel Marinir Bambang Suryo Aji didampingi Kasubdit Standarisasi Operasi Rochmali SE yang difasilitasi Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Sri Rakhmadi M.

Berhasilnya kelanjutan operasi SAR ini, juga tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori dan HNSI Sibolga.

Menurut Abduh, operasi SAR kembali dilanjutkan juga setelah ditemukannya diduga jenazah seorang ABK KM Mega Top III atas nama Rizwan Naim warga Jalan Sisingamangaraja Gg Kenanga, Kelurahan Aek Parombunan, Kota Sibolga.

Jenazah diduga ABK KM Mega Top III ditemukan oleh nelayan KM Cucu Sabena di pulau wunga, Nias Utara, Sumut, kemudian dibawa menuju Sibolga dengan menggunakan kapal KM Sempurna, dan tiba di dermaga KNTM Sibustakbustak, Kecamatan Sibolga Selatan, Senin, (12/2/2018) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Setelah dari dermaga KNTM Sibustakbustak, jenazah korban kemudian dimasukkan keruang jenazah RSUD FL Tobing Sibolga.

Untuk diketahui, kapal KM Mega Top III dinyatakan hilang kontak sejak 3 Januari 2018, setelah berangkat dari dermaga TPI Pondok Batu pada 27 Desember 2017. (Red)

Komentar