Arus Listrik Bertegangan Tinggi ‘Intai’ Warga Sirandorung

  • Whatsapp
Salah Seorang Warga Melihat Kabel Listrik Mengenai Tanaman di Dekat Pemukiman di Sirandorung, Tapteng, Sumut. FOTO: Sahat Tumanggot/SNT.

Sirandorung – Warga Desa Sigodung dan warga Desa Simpang III Laebingke, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengaku resah dengan keberadaan kabel listrik tegangan tinggi yang telah bergesekan ke batang pisang dan sawit serta batang Nira di dekat pemukiman warga.

“Rasa ke khawatiran kami ini sudah pernah kami sampaikan ke petugas PLN yang ada di Kecamatan Manduamas, agar segera menumbangkan batang pisang dan batang tanaman lainnya yang sudah bergesekan dengan kabel listrik agar terhindar dari bahaya sengatan listrik. Namun keluhan kami belum ditanggapi dengan serius,” kata Sariadek Sitanggang (36), Selasa,(13/3/2018) sekira pukul.13.00 WIB di kediamannya di Sitare-Tare Desa Sigodung, Kecamatan Sirandorung.

Bacaan Lainnya

Sariadek menyebut, dedaunan tanaman warga yang bergesekan dengan kabel listrik arus tegangan tinggi disebabkan tiupan angin yang kencang, sehingga menimbulkan percikan bunga api. Dengan kondisi itu, ia bersama suaminya Gunadi Marbun mengaku sudah ada 5 kali mengusulkan kepada petugas PLN Manduamas, agar pohon sawit dan pohon nira serta batang pisang segera ditumbang.

“Kami sudah mendengar kabar bahwa korslet akibat arus listrik bertegangan tinggi sudah ada 3 warga Manduamas tersengat arus listrik tegangan tinggi dan langsung meninggal ditempat. Kami jadi trauma dengan kejadian itu,” ungkapnya.

Dia berharap agar petugas PLN yang ada di Manduamas dan Ranting Barus segera menumbangkan batang tanaman tersebut, sehingga tidak terulang lagi seperti kejadian-kejadian sebelumnya.

“Akibat tersengat arus listrik beberapa waktu yang lalu, jasad warga hitam terlihat gosong dan langsung meninggal ditempat,” beber Sariadek.

Dengan kondisi itu warga lainnya, SM.Tumanggor(38), penduduk Desa Simpang III Laebingke, Kecamatan Sirandorung, mengaku telah mengusulkan PLN untuk melakukan penambahan tiang listrik, sehingga kabel listrik tidak molor dan mengenai tanaman.

“Karna jarak sambungan kabel tegangan tinggi ke tiang listrik biasanya 50 meter. Namun pas dekat pemukiman warga jarak tiang listriknya hanya mencapai 100 meter lebih. Kondisi itu terlihat di perbatasan antara Desa Simpang III Laebingke dengan Desa Pardomuan. Hal ini sudah lama kita usulkan penambahan tiang tersebut ke PLN, guna mengantisipasi dan mencegah bahaya tersengat arus listrik tegangan tinggi,” katanya.

Menyikapi hal itu, Kepala Distribusi PLN Ranting Barus, R.Bondar, ketika dikonfirmasi via Ponselnya menjelaskan, pihaknya selalu tanggap jika ada keluhan warga.

“Kita tanggap kalua ada keluhan warga, dan turun langsung kelapangan,” katanya. (Sahat Tumanggor)

 

Editor: Ren Morank

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *