VIDEO: Mengejutkan, Begini Dugaan Bakhtiar Tentang Awaluddin Rao Soal TKS

  • Whatsapp
Bakhtiar Ahmad Sibarani Ketika Mengikuti Persidangan di PN Sibolga Didampingi Seorang Saksi.

Tapanuli Tengah – Bakhtiar Ahmad Sibarani tiba sekitar pukul 10.30 WIB di kantor Pengadilan Negeri Sibolga, Sumatera Utara, Senin, (9/4) ditemani Darwin Sitompul.

Bakhtiar yang saat ini menjabat Bupati Tapanuli Tengah, langsung memasuki ruang sidang di lantai I PN Sibolga, dan sejumlah orang dekatnya membawa sejumlah berkas dalam menghadapi persidangan yang dipimpin hakim ketua, Obaja Sitorus.

Bacaan Lainnya

Sementara, terlapor Charles Pardede tampak telah duduk di kursi yang disediakan diruang persidangan.

Kehadiran Bakhtiar dalam persidangan adalah sebagai saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik. Selain Bakhtiar, ada dua saksi lainnya menyampaikan keterangan kepada hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam persidangan ini, Bakhtiar memberikan penjelasan terkait dugaan pencemaran nama baik oleh terdakwa atas nama Charles Pardede kepada Bakhtiar Ahmad Sibarani yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Tapanuli Tengah.

Dipersidangan, Bakhtiar menegaskan, dirinya tidak ada menerima uang sepeserpun sebagaimana dalam isi postingan facebook terdakwa yang menyebutkan dirinya menerima uang untuk pengurusan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Dinas Kesehatan Tapteng menjadi Pegawai Honorer.

Masih dalam keterangannya di hadapan majelis hakim PN Sibolga, Bakhtiar menerangkan, saat itu dirinya selaku Ketua DPRD Tapteng bersama dengan anggota DPRD lainnya turun reses, dan menerima keluhan para pegawai TKS tidak gajian, dan kalaupun digaji tidak manusiawi dengan gaji hanya Rp150 ribu per bulan. Kemudian DPRD mengusulkan kepada eksekutif agar ditampung anggaran untuk membayar gaji TKS dan juga pengangkatan TKS menjadi Pegawai Honorer.

“Masalah teknis pengangkatan, itu adalah ranah dari legislatif bukan ranah DPRD lagi, karena kami sifatnya sebatas mengusulkan. Dan saya tegaskan bahwa saya tidak ada menerima uang terkait pengangkatan itu. Makanya saya tidak terima dituduh dan dicemarkan nama baik saya diakun facebook terdakwa. Hal itulah yang mendasari kenapa postingan terdakwa dilaporkan ke Polisi supaya ada efek jera dan tidak menyebarkan fitnah dan hoax,” jelas Bakhtiar.

Dalam persidangan ini juga turut dihadirkan dua orang saksi, yakni Akhmad Syukri Nazry dan Darwin Hutagalung sebagai saksi yang melaporkan postingan terdakwa ke pihak kepolisian.

Menurut kedua saksi ini, mereka melihat dan membaca isi dari postingan terdakwa yang menuduh Bakhtiar Ahmad Sibarani menerima uang.

Postingan itu kemudian disampaikan ke Bakhtiar Ahmad Sibarani dan dilanjutkan kepelaporan ke polisi pada bulan Oktober tahun 2016.

Terdakwa Charles Pardede tidak membantah keterangan kesaksian Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Akhmad Syukri Nazry dan Darwin Hutagalung.

Selama berlangsungnya sidang, mendapat pengawalan dari puluhan personil Polres Tapteng. Kemudian sidang akan dilanjutkan pada 23 April 2018 mendatang.

Selengkapnya simak dalam video dibawah ini, mulai dari berlangsungnya persidangan hingga Bakhtiar menyebut nama Awaluddin Rao. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *