oleh

Begini Sanksi Jika Kedapatan Main Petasan Selama Ramadan

Medan – Polda Sumatera Utara akan memberi sanksi kepada warga jika kedapatan memainkan petasan selama Bulan Suci Ramadan 1439 Hijriah. Hal itu dilakukan karena bunyi petasan dapat mengusik masyarakat yang menjalankan Ibadah Puasa.

Hal itu disampaikan oleh Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Selasa, 15 Mei 2018. Menurutnya, Polda Sumatera Utara memastikan memberlakukan pelarangan terhadap petasan selama pelaksanaan Ibadah Puasa.

”Bagi siapapun yang kedapatan memainkan petasan akan diberikan sanksi. Sebab, hal itu dapat mengganggu ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. Sanksinya, bagi yang kedapatan bermain petasan akan dijerat dalam undang undang darurat,” ujar AKBP MP Nainggolan.

MP Nainggolan menjelaskan, permainan petasan yang kerap dilakukan anak-anak bakal marak pada Ramadan.

“Dengan demikian akan membuat masyarakat khususnya umat Muslim merasa terganggu saat menjalani ibadah baik di waktu subuh maupun saat sholat Tarawih,” ucapnya.

Sejumlah warga di Kota Medan menyebut sudah mulai ada yang bermain petasan, seperti yang terjadi di Jalan Bromo, Jalan Medan-Batang Kuis dan Jalan Mandala By Pass.

Hal tersebut dilakukan oleh para remaja hingga anak-anak dengan gembira bermain petasan di pinggir jalan tanpa memikirkan kondisi lingkungan sekitar.

“Tadi malam sudah mulai ramai suara-suara petasan. Terganggu kami menjalankan ibadah Shalat subuh” ujar seorang warga, RN, warga Jalan Bromo, Medan, Rabu, 16 Mei 2018.

Dia berharap agar polisi segera menangkap para penjual petasan dan memberi tindakan tegas.

“Ini masih awal Ramadan, jangan sampai ibadah kami terganggu karena suara bising petasan,” tutur Ibu rumah tangga tersebut. (trib)

Komentar