Lagi, Sebut Pengalihan Isu, Polisi Tangkap Oknum Satpam

  • Whatsapp
AAD oknum Satpam disalah satu Bank di Serbelawan, Sumatera Utara ditangkap petugas Polres Simalungun, Kamis, 17 Mei 2018 Dalam Kasus Ujaran Kebencian. FOTO: Net.

Sumut – AAD oknum Satpam disalah satu Bank di Serbelawan, Sumatera Utara ditangkap petugas Polres Simalungun, Kamis, 17 Mei 2018. Dia diduga menyebar ujaran kebencian “Di Indonesia tidak ada teroris, itu hanya fiksi, pengalihan isu,” tulis AAD melalui akun Facebook nya.

Status itu kemudian menjadi viral, dan warganet menyayangkan sikap AAD.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, AAD ditangkap petugas dari rumah kontrakannya di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Simalungun, pada Jumat, 18 Mei 2018 sekitar pukul 15.00 WIB.

“Dari hasil interogasi, AAD mengakui menulis dan mengunggah tulisannya itu akun Facebook nya,” Kamis, 17 Mei 2018, sekira pukul 22.00 WIB,” kata Tatan, Minggu, 20 Mei 2018.

Tatan menyebut, guna pemeriksaan lebih lanjut, AAD dibawa ke Sat Reskrim Polres Simalungun.

Setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Reskrim, Kasi Was, Kasi Propam dan Kasubbag Hukum, status AAD ditingkatkan menjadi tersangka.

“Saat ini, tersangka AAD ditahan di RTP Polres Simalungun, dan masih dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat kemungkinan motif lain dari unggahan statusnya itu,” ucap mantan Wakapolrestabes Medan itu.

Dari tangan AAD, petugas menyita barang bukti berupa satu buah handphone merek ASUS warna silver milik tersangka, dan satu buah Sim Card dengan nomor HP 6283155548xxx.

Melanggar Undang-undang ITE

Polisi melakukan Digital Forensik terhadap ponsel tersangka AAD dan pendalaman bila ada motif lain terkait postingan ujaran kebencian dimaksud. Dan melakukan pemeriksaan saks-saksi dan saksi ahli.

“Tersangka dikenakan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 14 ayat (1) atau (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentag Peraturan Hukum Pidana,” tandasnya. (trib_int)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *