oleh

Begini Resiko Bila Kantongi Dompet di Saku Belakang

Smart News Tapanuli – Andakah salah satunya yang terbiasa mengantongi dompet di saku celana bagian belakang? Kebiasaan itu bisa memicu gangguan yang disebut wallet sciatica.

Risikonya lebih besar jika bokong atau pantatnya tepos alias tidak terlalu tebal.

Menurut pakar kesehatan tulang dan sendi dari RS Siloam Surabaya, dr Benedictus Megaputera, SpOT, ada 3 faktor yang memengaruhi keluhan akibat menyimpan dompet di saku belakang.

Pertama, ketebalan otot pantat dan lemak di daerah tersebut. Makin tebal pantatnya, makin aman dari gangguan saraf.

“Sebenarnya saraf sciatic dilindungi oleh otot pantat dan lemak. Ketebalannya saja yang berbeda-beda,” katanya.

Kemudian faktor kedua, ketebalan dan kekerasan dompet. Makin tebal dan keras, makin lama pula tekanan yang dialami saraf sciatic saat duduk dengan mengantongi dompet di saku belakang. Jika muncul keluhan, maka sakitnya pun semakin lama.

Selanjutnya faktor ketiga adalah lamanya duduk. Wallet sciatica atau keluhan pada saraf sciatic akibat mengantongi dompet di saku belakang banyak dikeluhkan para pria yang banyak duduk. Misalnya menyetir jarak jauh, atau seharian berada di depan komputer.

Kalau memang harus demikian, sebaiknya dompet disimpan di tempat lain.

Sciatic adalah nama saraf yang ada di sepanjang sum-sum tulang belakang. Saraf ini memanjang hingga ke kaki, dan memicu keluhan pegal-pegal hingga kesemutan jika mengalami tekanan. Salah satu pemicu tekanan adalah dompet di saku belakang. (dtc)

Komentar