Rahmat Dani yang Dinyatakan Hilang di Danau Toba Ditemukan Meninggal

  • Whatsapp
Jasad Rahmat Dani Saat Berada di Puskesmas Sirait. FOTO: istomewa.

Smart News Tapanuli – Rahmat Dani (20) warga Muara, satu dari lima Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Ramos Risma Marisi yang mengalami kecelakaan di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat (22/6) malam, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, Sabtu (23/6).

Rahmat Dani dinyatakan hilang setelah KM Ramos Risma Marisi mengalami musibah karena matinya mesin kapal. Saat ditemukan, Rahmat sudah tidak bernyawa.

Bacaan Lainnya

Danramil 02/Nainggolan, Kapten Inf P.Silalahi melalui keterangan tertulis dari Penrem 023/KS, Sabtu (23/6) sore, menjelaskan korban ditemukan setelah tim SAR Gabungan dari Koramil 02/Nainggolan, Polsek Nainggolan bersama Basarnas dan relawan melakukan pencarian.

“Korban ditemukan pada pukul 15.16 WIB saat Tim Basarnas melakukan penyelaman danau,” tulis Kapten Inf P.Silalahi.

Kapten Silalahi menyebut, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi matinya mesin kapal yang mereka tumpangi.

“Korban sudah dibawa ke Puskesmas Sirait untuk keperluan Autopsi,” sambungnya.

Korban yang selamat dalam musibah itu antara lain, Jospendi Lumbanraja (42) warga Pulau Sibandang, Desa Sampuran, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Jospendi Lumbanraja merupakan nahkoda KM Ramos Risma Marisi.

Kemudian Jopan Situmorang (17),  warga Pasaran 1, Desa Pasaran 1, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir. Sahat Parlindungan Simorangkir (16), dan Jolum Sipayung (18), keduanya warga Simpang Kawat, Kabupaten Asahan.

KM Ramos Risma Marisi berpenumpang 5 orang. Datang dari Perairan Danau Nainggolan dengan tujuan Perairan Sibandang, Tapanuli Utara (Taput).

Kapal nahas itu berangkat sekitar pukul 20.30 WIB, tiba-tiba diterjang badai. Saat itu dua Anak Buah Kapal (ABK) melompat dari kapal dan berusaha berenang. Satu dari keduanya selamat, satu hilang.

Sementara tiga orang yang selamat ditemukan dalam KM Ramos Risma Marisi yang terdampar di Pantai Sipoltongon arah barat Pelabuhan Nainggolan dengan jarak lebih kurang 5 KM dari lokasi musibah.

Kapal kayu tersebut datang dari Pulau Sibandang mengantar penumpang ke Dermaga Pelabuhan Nainggolan.

Setelah menurunkan penumpang, kapal kembali ke Pulau Sibandang, tanpa lampu penerangan, hingga kemudian terjadi musibah. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *