Bulan Depan Harga Mitsubishi Xpander Bakal Naik, Segini Besaran Kenaikannya

  • Whatsapp
Mitsubishi Xpander. Foto Source: mitsubishixpander.

Smart News Tapanuli – Mitsubishi Xpander bersinar terang di bursa otomotif nasional. Pada semester pertama 2018, Januari hingga Juni, MPV tersebut sukses menorehkan catatan angka distribusi hingga 39.948 unit.

Sementara di kelas SUV, Mitsubishi Pajero Sport juga masih menjadi pesaing yang tangguh bagi Toyota Fortuner.

Di luar berita performa yang baik ini, ternyata Mitsubishi punya rencana untuk menaikkan harga keduanya.

Peningkatan akan terjadi bulan depan, Agustus 2018. Kabar tersebut disampaikan oleh akun instagram resmi salah satu dealer Mitsubishi di Jakarta, @mitsubishijakarta377.

Dalam unggahannya, akun tersebut menampilkan surat yang dikirim dan ditandatangani oleh Irwan kuncoro, Direktur Divisi Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mitsubishi di Indonesia.

Surat Edaran Kenaikan Harga Mitsubishi. Foto Source: Liputan6.com.

Dalam surat tersebut dituliskan bahwa per 1 Agustus 2018 mendatang, keenam varian Mitsubishi Xpander akan mengalami kenaikan sebesar Rp 5 juta/ unit. Saat ini, tipe GLX MT dijual seharga Rp 197,1 juta, GLS MT Rp 215,6 juta, Exceed MT Rp 222,6 juta, dan Exceed AT Rp 233 juta.

Sementara itu, dua varian tertingginya Sport AT dan Ultimate AT dibanderol masing-masing Rp 245,2 juta dan Rp 253,4 juta.

Harga Baru Mitsubishi Pajero Sport

Sementara itu, keenam varian Mitsubishi Pajero Sport akan mengalami kembali kenaikan sebesar Rp5 juta/ unit. Sebelumnya, harga mobil SUV ini telah naik sebanyak Rp 5juta/ unit pada Juni 2018.

Kini, tipe Dakar 4×4 AT dijual seharga Rp667 juta, Dakar Ultimate 4×2 AT Rp561 juta, Dakar 4×2 AT Rp517 juta, dan GLX 4×4 MT Rp516 juta. Sementara itu, dua varian terendahnya Exceed 4×2 AT dan MT dibanderol masing-masing Rp474 juta dan Rp459 juta.

Sayang, sampai berita ini diturunkan, Mitsubishi Indonesia masih belum memberikan konfirmasi mengenai kebenaran kabar tersebut. Kendati demikian, pihak pabrikan sempat menyatakan bahwa kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurs mata uang, inflasi, dan upah minimum pekerja.

 

sumber: Liputan6.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *