oleh

Longsor di Sibolga, 26 Rumah Rusak Berat, 4 Rusak Sedang

Sibolga – Hujan deras mengguyur Kota Sibolga, Kamis 11 Oktober 2018 siang, mulai pukul 13.00 WIB hingga malam, mengakibatkan terjadinya longsor dan banjir di 4 kecamatan di daerah itu. Selain merenggut 4 korban jiwa, longsor juga merusak 30 unit rumah warga.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga, Sojuangon Daulay kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat 12 Oktober 2018.

“Longsor yang terjadi hampir merata di 4 kecamatan di Kota Sibolga. Namun rumah yang rusak diterjang longsor terbanyak di Kecamatan Sibolga Utara. Total rumah rusak sebanyak 30 unit yang dihuni 23 kepala keluarga dengan rincian, 26 rusak berat dan 4 rusak sedang,” kata Sojuangon.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan dilakukan oleh pihaknya, longsor yang terjadi di kota Sibolga sebanyak 14 titik.

“Sampai saat ini sesuai data yang kita himpun, bencana longsor yang terjadi di Kota Sibolga sebanyak 14 titik. Paling banyak di Sibolga Utara, salah satunya di Gg Senggol Kelurahan Simaremare, 4 korban meninggal,” ungkapnya.

Selain di Gg Senggol, longsor juga terjadi di Jln Sutoyo, Kelurahan Huta Tongatonga. Kemudian di Jln Oswald Siahaan (Jln Sibolga Barus), dan di sejumlah titik lokasi lainnya.

“Di jalan Sibolga Barus, material longsor menimpa badan jalan disertai pohon tumbang,” terangnya.

Terkait bencana longsor dan banjir yang terjadi, Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih fokus melakukan pendataan dan evakuasi korban longsor serta mengosongkan rumah yang terdampak longsor.

“Upaya yang pertama kita dilakukan adalah melakukan pendataan dan evakuasi korban longsor serta mengosongkan rumah,” ucapnya.

Pihaknya juga mencatat ada warga yang terluka pada peristiwa longsor. “Ada tiga orang perempuan mengalami luka ringan, 1 laki-laki luka berat. Dan sebagian masih mendapat perawatan di rumah sakit, dan lainnya sudah ada yang pulang,” katanya.

Kepala BPBD Sibolga Sojuangon Daulay. (FOTO: snt)

Selanjutnya, pihaknya akan berkordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembersihan dan penanganan material longsor.

Sementara itu, terkait titik lokasi banjir yang terjadi, BPBD Sibolga mencatat lokasinya berada di Kelurahan Aek Muara Pinang, dan Kelurahan Pancuran Kerambil, dan juga di beberapa titik di Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara.

“Kalau banjir yang terjadi di Kelurahan Aek Muara Pinang dan di Pancuran Kerambil merupakan langganan banjir. Ada juga di beberapa titik lainnya termasuk di Kelurahan Simaremare Kota Sibolga,” ungkapnya. (snt)

Komentar