Pasca Pemilu, IMM Sumut Sampaikan Hal Ini

  • Whatsapp
Logo Pemilu 2019. (Foto: Net)

SmartNews, Medan – Pemilu 2019 telah dilaksanakan pada Rabu, 17 April 2019 lalu. Pemilu kali ini menyita seluruh perhatian dan menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia. Tema pembicaraan masyarakat tentu beragam, mulai dari siapa pemenang pemilu, dugaan pelanggaran pemilu, juga yang paling penting upaya-upaya rekonsiliasi pasca pemilu.

Terkait upaya rekonsiliasi tersebut, Zulham Hidayah Pardede, Ketua Umum DPD IMM Sumut menyampaikan harapan dan permintaanya kepada seluruh elemen, yakni meminta kepada seluruh pihak, baik penyelenggara, pengawas dan peserta pemilu agar sama-sama menghindari pernyataan atau sikap yang dapat memicu konplik.

Bacaan Lainnya

“Dalam amatan saya, situasi saat ini masyarakat sangat rawan terprovokasi. Sehingga penting bagi seluruh pihak untuk menahan diri, termasuk menjaga pernyataan dan sikap yang berlebihan. Terutama sikap dan penyataan dari penyelenggara, pengawas dan peserta pemilu. Bersamaan dengan itu, saya berharap penyelenggara dan pengawas pemilu agar kooperatif dalam memberikan informasi yang benar kepada seluruh masyarakat,” ujar Zulham Hidayah, melalui press release yang diterima SmartNews, Minggu (21/4/2019).

Selain itu, Zulham meminta agar seluruh pihak lebih bijak dalam mengelola informasi yang didapat. Apalagi dengan perkembangan teknologi, infomasi bisa dengan mudah tersebar hingga seluruh tanah air.

“Kita juga harus bijak dalam mengelola informasi, jangan informasi yang masuk langsung ditelan bulat-bulat. Upayakan mencari sumber penyeimbang bila menemukan informasi. Apalagi bila informasi tersebut berkenaan dengan dugaan pelanggaran pemilu. Bila memang menemukan dugaan pelanggaran pemilu, sebaiknya langsung melakukan pelaporan terhadap pihak berwajib,” terang Zulham.

Dia juga mengingatkan penyelenggara dan pengawas pemilu agar menjaga integritasnya. Hal ini sangat penting, karena posisi penyelenggara pemilu saat ini menjadi sorotan, karena menentukan bagi masa depan Bangsa Indonesia.

“Saya ingin ingatkan KPU dan Bawaslu di seluruh tanah air, terutama di Sumatera Utara agar tetap menjaga integritasnya. KPU dan Bawaslu saat ini menjadi sorotan masyarakat. Apalagi karena belakangan ini banyak dijumpai di berbagai media online dugaan pelanggaran pemilu. Mulai dari salah entri data, kekurangan surat suara, kertas suara yang tercoblos sebelum digunakan, perhitungan yang salah hingga dugaan penggelembungan suara. Saya percaya KPU dan Bawaslu sudah dan akan selalu berusaha dengan maksimal. Karena itu juga, penting untuk mengingatkan KPU dan Bawaslu,” katanya.

“Dengan menjaga integritas seluruh penyelenggara dan pengawas pemilu. Tentu upaya-upaya rekonsiliasi pasca pemilu akan lebih mudah. Kita berharap tidak terjadi keributan sekecil apapun pasca pemilu ini,” pungkasnya. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *