Rapidin Simbolon: Bupati Bukan Seperti Superman untuk Selesaikan Program

  • Whatsapp
Foto: Bupati Samosir dan Bupati Kebumen Saling Memberi Cinderamata Usai Berdialog di Aula Kantor Bupati Samosir, Rabu 30 Oktober 2019. (DON)

SmartNews, Samosir – Bupati bukan seperti Superman yang dalam sekejap dapat menuntaskan pekerjaan program.

Hal itu disampaikan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon dihadapan Bupati Kebumen, KH. Yazi Mahfudz yang datang melakukan kunjungan kerja di Samosir, Sumatera Utara, Rabu (30/10/2019).

Bacaan Lainnya

Bupati Rapidin mengungkapkan, ia telah mengikuti berbagai diskusi terkait penyelesaian program kerja. Intinya, lanjut Rapidin dibutuhkan komitmen bersama

“Tanpa komitmen bersama, niscaya suatu pekerjaan bisa tuntas,” ungkap Rapidin.

Selain itu, tambahnya, pentingnya ada komunikasi yang baik bagi seluruh stakeholder. Apalagi dalam rangka mendukung program Geopark Kaldera Toba yang akan diresmikan pada April 2020.

“Menjalin komunikasi yang baik bagi  seluruh stakholder sangat mendukung dengan diterimanya Geopark Kaldera Toba yang akan diresmikan pada April tahun mendatang,” papar Rapidin dalam pertemuan yang diadakan di Aula Kantor Bupati Samosir.

Dia menyebutkan, pengusulan Geopark Kaldera Toba sudah beberapa kali ditolak.

“Penolakan terjadi karena terlalu banyak yang ikut campur, kesannya seperti pahlawan kesianganlah. Kita di kabupaten diabaikan, ternyata hasilnya nol juga. Barulah setelah turut serta Menteri Pariwisata kita di karantina untuk pembuatan doser (proposal),” bebernya.

“Intinya kita harus fokus. Fokus dalam edukasi dengan mengunjungi sekolah supaya diketahui para pelajar. Uang kami gak ada, yang penting komitmen. Tidak susah kalau kita serius,” katanya.

Sementara itu badan pengelola pusat informasi Geopark Kaldera Toba, Wilmar Simanjorang menjelaskan perjuangan masuk ke Unesco sangat berliku, hingga beberapa kali gagal.

“Tentang Toba masuk geopark itu sangat berliku. Dari 7 kepala daerah di kawasan ini, hanya Bupati Samosir yang sangat mengetahui geopark yang diinisiasi pada tahun 2012,” kata Wilmar.

Katanya, di dalam geopark, bagaimana mengedukasi masyarakat lalu memperkenalkan geopark itu kepada pelajar supaya mereka mengunjungi geo sitenya dan mempostingnya di media sosial.

Bahkan kata Wilmar, kalau di Samosir, bupati sebelumnya tidak tahu apa itu geopark. Sekarang tiap minggu OPD ada di geopark untuk melaksanakan gotong royong.

“Ini semua karena hubungan yang sangat intim dengan Bupati Rapidin Simbolon,” imbuhnya.

“Di geopark, pengunjung selalu berswafoto lalu diposting di media sosial. Bahkan pengunjung ikut mempromosikan. Sebenarnya kalau hanya Kabupaten Samosir tanpa keikutsertaan kabupaten lainya di kawasan Danau Toba, cepat itu masuk ke geopark. Karena kekayaan alam lengkap di daerah ini,” ungkapnya.

Kegagalan Belitung, sambung Mantan Pjs Bupati Samosir ini tidak ada batas dengan laut. Artinya geopark itu jangan sampai melupakan peta geo sitenya.

“Geopark Kaldera Toba lulus pada 31 Agustus 2019 di Lombok,” jelasnya.

Menurutnya, dengan penanaman kopi serta kehadiran pejabat dan Ibu Negara Iriana Jokowi bersama istri menteri kabinet kerja untuk menanam pohon, semakin memuluskan langkah geopark kaldera Toba diterima sebagai anggota Unesco.

Sementara itu, Bupati Kebumen KH. Yazid Mahfudz mengatakan kunjungan kerja ini untuk mengetahui metode yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Samosir sehingga bisa menjadi geopark Unesco.

“Geopark Karangsambung-Karangbolon mencakup luasan sekitar 543. 599 kilometer persegi. Geopark ini terdiri dari situs warisan geologi dan bentang alam di Kawasan Cagar Alam Geologi Nasional Karangsambung dan Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan,” kata Mahfud.

Usai dialog dengan melibatkan para pimpinan OPD dari kedua Pemerintah Kabupaten itu , selanjutnya saling bertukar cenderamata. (DON)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *