Tambang Emas Martabe Bangun Jembatan dan Irigasi

  • Whatsapp
PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe Membangun Jembatan Gantung di Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. (Foto: Istimewa)

SmartNews, Batangtoru – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para petani di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, di antaranya dengan memulai pembangunan jembatan gantung di Desa Sumuran, pada Selasa (17/12/2019) dan peresmian pengaliran air perdana saluran irigasi pompa tenaga surya Pulogodang, di Desa Telo (19/12/2019).

General Manager Operations PT Agincourt Resources, Darryn McClelland mengatakan, perusahaan terus berusaha mengoptimalkan kontribusi keberadaan Tambang Emas Martabe terhadap masyarakat agar upaya kemandirian desa tercapai.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan dengan maksimal kedua insfrastruktur tersebut. Sektor infrastruktur menjadi salah satu fokus utama program pemberdayaan masyarakat selain kesehatan, pendidikan, pertanian, dan pengembangan ekonomi lokal,” ujar Darryn.

Jembatan gantung di Desa Sumuran dan pompa irigasi tenaga surya Pulogodang, di Desa Telo memberikan akses kepada para petani untuk meningkatkan produktivitas.

Darryn menjelaskan, pembangunan sistem pompa irigasi tenaga surya di Pulogodang bertujuan untuk menghidupkan kembali salah satu sentra pertanian yang sempat beralih fungsi akibar banjir besar.

Foto: Peresmian pengaliran air perdana saluran irigasi pompa tenaga surya Pulogodang, di Desa Telo, (19/12/2019).

Sistem irigasi ini menggunakan tenaga surya yang ramah lingkungan dan biaya perawatan rendah. Mesin pompa digerakkan oleh sumber listrik dari 62 panel surya yang mampu memompa air dengan kapasitas 30 liter/detik.

Selain ramah lingkungan, pompa air ini juga lebih praktis dan mudah pengoperasiannya. Irigasi dengan pompa tenaga surya ini mampu mendukung pengairan 60-80 hektare area persawahan untuk 150 petani.

“Kami harap dengan sistem irigasi baru ini, persawahan Pulogodang kembali aktif, petani bisa kembali bercocok tanam sehingga perekonomian dan kesejahteraan meningkat,” kata Darryn. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *