Di STTU Julu Pakpak Bharat yang Punya Mobil Dapat Bantuan Covid-19

  • Whatsapp
FOTO: Camat STTU Julu Bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Menempelkan Sebuah Tanda di Rumah Warga Penerima Bantuan Dampak Covid-19. (Foto: Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Carut marut data warga penerima bantuan dampak pandemi Covid-19, harus diverifikasi ulang. Sebab, jenis bantuan di tiap desa ada beberapa jenis, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), BNPT, BLT ADD, Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan dari provinsi.

Dengan berbagai jenis bantuan di atas, ada beberapa warga yang mendapatkan bantuan tersebut. Sementara, syaratnya bila sudah mendapat bantuan A misalnya, maka tidak mendapat lagi mendapatkan bantuan B.

Bacaan Lainnya

Yang lebih ekstrem lagi, ada warga menerima bantuan tersebut yang memiliki rumah permanen dan mobil mendapatkan bansos BST.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Camat Sitellu Tali Urang Julu (STTU) Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, Ucok Benget Berutu dan Babinsa Desa Cikaok, Kecamatan STTU Julu, Pld Safril Anggodo dan Bhabinkamtibmas Brigpol Roy Hansen Silalahi melaksanakan pemberian tanda di rumah warga di Desa Cikaok.

“Tujuannya adalah untuk mengelompokkan jenis-jenis bantuan, agar tidak terjadi tumpang tindih. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya temuan di lapangan tentang warga yang tidak layak menerima bantuan,” jelasnya didampingi Camat STTU Julu.

Sementara itu, Camat STTU Julu berharap, agar pemberian tanda ini betul-betul akurat. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan bila adanya temuan penerima yang tidak layak dan tumpang tindih penerima bantuan,” jelas Camat.

Babinsa Pld Safril Anggodo bersama Bahabinkamtibmas Desa Cikaok ikut langsung memberikan tanda di rumah warga yang layak menerima bantuan sosial terdampak Covid-19 di desa itu.

“Kita berharap, jangan ada lagi tumpang tindih penerima bantuan. Yang tidak layak menerima, jangan lah diterima. Jadi tidak ada tawar menawar lagi, seperti adanya temuan pemilik rumah permanen dan memiliki kendaraan roda empat menerima bantuan dampak Covid-19,” tegasnya.

“Mari kita lebih berempati lagi terhadap saudara kita yang memang betul-betul terdampak pandemi Covid-19, yang mana banyak kehilangan pekerjaan, dan jangan mencari kesempatan pada saat seperti ini. Mari kita berbuat dengan nurani di dalam kondisi seperti ini,” tukasnya. (pr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *