Gubernur Sumut Belum Beri Izin Sekolah Tatap Muka Tahun 2021

  • Whatsapp
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Foto: humas Sumut)

SNT, Medan – Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, belum memberikan izin sekolah tatap muka tahun 2021 mendatang.

Meskipun pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam membangun bangsa. Namun kata Edy Rahmayadi, pada masa pandemi Covid-19 saat ini, kesehatan harus menjadi prioritas, khususnya kesehatan anak-anak selaku generasi penerus bangsa.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikannya dalam Rapat Koordinasi bersama Bupati/Wali Kota se-Sumut secara virtual dari Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (29/12/2020).

Edy menerangkan, sekolah tatap muka memungkinkan untuk dilaksanakan dengan ketentuan para Bupati dan Wali Kota harus memenuhi persyaratan tertentu.

Yang pertama, kapasitas siswa yang masuk, dan jam belajar dikurangi sebanyak 50% serta diatur dengan sistem jadwal.

Kedua, menyiapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, penyediaan sarana cuci tangan dan pengaturan jarak.

Ketiga, guru yang mengajar harus bebas COVID-19, minimal harus melakukan swab antigen. Terakhir, sekolah yang ingin melakukan tatap muka harus berada di wilayah zona hijau.

“Ini masih persyaratan sementara yang kita siapkan. Selanjutnya, Hari Kamis mendatang, Satgas Penanganan Covid 19 masih akan melakukan rapat koordinasi dengan tokoh-tokoh pendidikan, masyarakat, maupun ahli kesehatan dan anak untuk membahas kemungkinan atau alternatif terbaik. Namun yang jelas, sampai saat ini belum saya izinkan Bupati/Walikota untuk melakukan sekolah tatap muka,” bebernya, dengan pertimbangan utama menjaga kesehatan anak.

Selanjutnya, Edy Rahmayadi juga menyinggung perihal antisipasi penyebaran COVID-19 pada malam pergantian tahun.

Bupati/Wali Kota diminta untuk memantau wilayah masing-masing agar tidak ada lonjakan kenaikan kasus COVID-19.

Sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan Gubernur Edy selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Nomor 700/STPCOVID-19/XII/2020 tentang antisipasi peningkatan kasus COVID-19 dan keamanan masyarakat selama Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, tidak ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya menciptakan kerumunan dalam perayaan Tahun Baru.

“Kalau harus ke tempat ibadah, atur protokol kesehatan di tempat ibadah. Kemudian, antisipasi adanya pemudik yang berasal dari wilayah zona merah dengan terlebih dulu validasi surat keterangan sehat dan pengecekan suhu tubuh di pelabuhan dan perbatasan. Koordinasi secara ketat di perbatasan dengan melibatkan pejabat vertikal,” pintanya.

Gubernur Edy juga menginformasikan tentang perencanaan anggaran penanganan COVID-19 pada Tahun 2021.

Di mana, perencanaan anggaran diarahkan langsung kepada OPD yang terlibat dalam penanganan COVID-19.

Dalam hal ini, Bupati dan Wali Kota diminta benar-benar bertanggungjawab dan mengatur wilayah masing-masing dengan serius. Khususnya dalam rangka kesiapan daerah untuk vaksin, baik dari segi sarana, prasarana, SDM dan lainnya, serta keseriusan daerah dalam melaksanakan 3T yakni Tracing, Testing dan Treatment. (hs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *