Ayah dan Anak di Toba Tikam Satu Marganya di Depan Kafe, Begini Penjelasan Polisi

  • Whatsapp
Foto Korban. (Dok_Istimewa_ts/snt)

SNT, Toba – Seorang ayah dan anak di Kabupaten Toba, Sumatra Utara (Sumut) tersulut emosi hingga menganiaya seorang warga yang masih satu marganya, di depan sebuah kafe di Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti.

Hal itu diduga dipicu akibat persoalan dendam terhadap korban. Kanit Reskrim Polsek Laguboti, Iptu Tagor Panjaitan kepada wartawan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu 30/1/2021) mengatakan, kejadian tersebut berawal saat korban EP (45) datang ke rumah pelaku berinsial BP (51) pada Jumat (29/1) malam, sekira pukul 19.00 WIB, di Desa Gasaribu, Kecamatan Laguboti.

Bacaan Lainnya

Setibanya di rumah pelaku, korban cekcok dengan istri BP. Saat itu kata Tagor Panjaitan, korban (EP) langsung menampar istri pelaku.

Baca Juga: Kebakaran di Sibolga, 8 Kios Pedagang dan 2 Motor Hangus, Kerugian Rp 400 Juta

Selanjutnya pada pukul 22.00 WIB, sang istri memberitahukan kejadian tersebut kepada suaminya BP.

Mendapat kabar begitu dari istri tercinta, BP langsung mencari EP, dan berhasil menemuinya di depan salah satu kafe di Desa Gasaribu yang tak jauh dari rumah mereka. Di sana, keduanya pun terlibat cekcok.

Pelaku BP yang tersulut emosi, langsung pulang ke rumahnya untuk mengambil sebuah pisau dapur.

Baca Juga: Viral Pria dan Wanita di Sumut Tak Bisa Dilepas, Ini Faktanya

Kemudian pada pukul 22.30 WIB, pelaku langsung menghujamkan pisau tersebut kepada tubuh korban dengan 6 kali tusukan. Bahkan pelaku disebut turut dibantu oleh anakn BP berinsial FNP (23).

Usai melukai korban, kedua pelaku meninggalkan korban di lokasi kejadian, dan membuang alat bukti tersebut ke sebuah parit yang tak jauh dari TKP.

Polsek Laguboti selanjutnya melakukan olah TKP, dan kemudian menangkap BP. Dan keesokan harinya, Sabtu (30/1), FNP juga ditangkap petugas.

Baca Juga: Terungkap, Wanita Ini Terima Uang dari Pasangannya Buat ‘Gitu-gitu’

“.Terhadap kedua tersangka ditetapkan pasal 351 ayat 2 tentang kasus penganiyaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Tagor Panjaitan.

Sayangnya belum diketahui pasti apa sebenarnya yang memicu adanya persoalan antara keluarga BP dengan korban. Namun korban sudah dievakuasi dari TKP untuk mendapatkan perawatan medis yang mengalami usus terburai pada bagian perutnya. (ts)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *