Penumpang Taksi Online Ini Sengaja Batuk dan Teriak ke Driver

  • Whatsapp

SNT – Viral dan bikin heboh di media sosial Twitter sebuah video penyerangan oleh penumpang kepada driver taksi online Uber di Amerika Serikat.

Dalam video berdurasi 43 detik itu, sang penumpang sengaja batuk ke dekat wajah sang driver, merebut HP miliknya, dan merusak masker yang dipakai pengemudi tersebut.

Menurut laporan The Guardian, insiden ini terjadi pada Minggu (7/3/2021) di kota San Fransisco, California, AS.

Kejadian ini bermula ketika sang pengemudi, Subhakar Khadka, menjemput tiga perempuan yang memesan Uber.

Dalam video yang diambil oleh Khadka lewat dashboard mobil dan diviralkan di Twitter oleh jurnalis media lokal KPIX, seorang perempuan tanpa masker di belakang mobil terlihat batuk ke wajah Khadka dan berteriak padanya.

Kepada KPIX, Khadka mengatakan kalau perempuan yang duduk di kursi tengah tidak mengenakan masker.

Padahal, karena pandemi COVID-19, Uber punya kebijakan yang mengharuskan pengendara agar meminta semua penumpang mengenakan masker sebelum mengonfirmasi perjalanan mereka.

Jadi, setelah mengemudi beberapa blok dari titik jemput, Khadka menepi untuk mengingatkan para penumpang tentang kebijakan itu.

Para penumpangnya kemudian bertanya apakah dia memiliki masker ekstra untuk dipakai. Lalu Khadka mengatakan kepada penumpang bahwa dia tidak punya masker lagi. Saat itulah kemudian penyerangan dimulai.

“Mereka berusaha agar seolah-olah itu salah saya padahal mereka memesan Uber tanpa masker,” kata Khadka, melansir Kumparan.

“Perempuan yang menyerang saya mulai mengejek saya dan bertanya bagaimana saya bisa menghentikan mobil di antah berantah tapi kami berada setengah blok dari tempat saya menjemputnya,” katanya.

Beberapa detik kemudian, seorang penumpang di belakang kursi Khadka mulai berteriak. “Persetan dengan masker!” sembari meneriakkan hinaan.

Ia pun sengaja batuk di dekat muka Khadka. Aksi ini diikuti penumpang di sebelah kiri yang, dalam nada bercanda, menyebut bahwa dirinya “terkena corona”.

Sementara penumpang di belakang kursi Khadka juga terlihat mengambil ponsel secara paksa. Ia lalu mencabut paksa masker dari wajah Khadka.

Khadka bercerita kalau para penumpang itu terus meneriaki dirinya dan mengancam akan memukulinya. Dia mengaku turun dari mobil sebelum disemprot merica oleh salah satu penumpang.

Khadka mengatakan, dia yakin dilecehkan dan diejek oleh penumpang nakal karena dia adalah seorang imigran Asia Selatan. Khadka, berusia 32 tahun, berasal dari Nepal.

“Saya tidak pernah mengatakan hal buruk kepada mereka, saya tidak pernah mengutuk, saya tidak dibesarkan seperti itu. Saya tidak memukul orang, saya tidak dibesarkan seperti itu, jadi mereka tidak keluar dari mobil saya,” kata Khadka kepada KPIX.

“Kalian adalah hewan untuk memperlakukan manusia lain seperti ini.” Uber blokir akun penumpang hingga terancam tuntutan 16 tahun penjara

Video viral tersebut kemudian sampai ke telinga Uber. Platform ride hailing asal AS itu kemudian menawarinya memberikan uang 120 dolar AS kepada Khadka untuk menutupi biaya pembersihan mobilnya.

Pada hari Selasa (9/3/2021), Cyan Banister, investor awal Uber, kemudian memulai penggalangan di platform urun dana Gofundme untuk Khadka sehingga dia bisa mengeluarkan sisa semprotan merica dari mobilnya dan untuk mengganti pemasukannya yang hilang.

Menyusul video viral tersebut, akun para penumpang diskors oleh Uber dan aplikasi taksi online lainnya, Lyft, yang keduanya beroperasi di kawasan San Fransisco.

Di sisi lain, penumpang di belakang kursi Khadka, yang bernama Arna Kimiai (24), mesti menghadapi sejumlah tuntutan hukum, menurut laporan The Independent.

Setidaknya, Kimiai menghadapi satu tuduhan kejahatan penyerangan dengan cara kekerasan yang kemungkinan besar akan menyebabkan cedera tubuh yang parah terhadap operator angkutan.

Dia lalu perlu menghadapi dakwaan kejahatan kedua atas percobaan perampokan tingkat pertama pada operator angkutan karena diduga mencoba mengambil ponsel Khadka.

Kimiai juga telah didakwa telah melakukan kekerasa pada sopir transportasi dan pelanggaran peraturan kesehatan COVID-19 setempat, yang keduanya merupakan pelanggaran ringan.

Adapun teman Kimiai bernama Malaysia King, yang terekam berteriak “Saya terkena corona” selama kejadian tersebut, ditangkap minggu lalu setelah menyerahkan diri.

Dia didakwa melakukan penyerangan dengan bahan kimia kaustik, penyerangan dan kekerasan, konspirasi dan pelanggaran kode kesehatan.

Setelah didesak oleh letnan Polisi San Francisco Tracy McCray untuk menyerahkan dirinya “segera”, Kimiai juga telah pergi ke pihak berwenang pada tanggal 14 Maret.

Ia dimasukkan ke Penjara San Francisco County malam itu hingga saat ini. Sejumlah dakwaan untuk Kimiai membuatnya bisa mendekam hingga 16 tahun penjara, menurut laporan The Independent. (rank)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *