Longsor Terjadi di 8 Titik, Akses Jalan Sempat Putus Total di Parlilitan Humbahas

  • Whatsapp
Wakil Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan Meninjau Lokasi Longsor
Wakil Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan Meninjau Lokasi Longsor. (FOTO: Dok_Istimewa)

SNT, Humbahas – Akibat curah hujan tinggi mengakibatkan terjadi longsor di delapan titik di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara (Sumut), di Desa Simataniari Kecamatan Parlilitan.

Kepala Desa Simataniari, Lasmer Munthe menjelaskan, sebelum terjadi longsor. Senin (29/3/2021) siang sekitar pukul 13.00 WIB curah hujan cukup tinggi di Kecamatan Parlilitan, dan pukul 19.00 WIB terjadi longsor dan menutup bahu jalan mengakibatkan akses jalan terputus.

Bacaan Lainnya

Malamnya, kata Lasmer, warga sempat gotong-royong membersihkan tanah bercampur lumpur dari bahu jalan namun tak bisa tuntas.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi, Bupati Taput: UMKM Harus Digerakkan

Satu malam akses jalan putus total. Sehingga hal itu ia laporkan kepada Camat Parlilitan, Eliapzan Sihotang dan diteruskan ke Bupati dan Wakil Bupati Humbahas.

Mendengar kabar itu, Wakil Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan pada Selasa pagi (30/3/2021) meninjau lokasi longsor.

Baca Juga: Jalinsum Sibolga Tarutung di Km 8 Belum Bisa Dilalui

Sejak pukul 06.00 WIB, alat berat milik Pemkab Humbahas sudah berada di lokasi membersihkan tanah berlumpur dari bahu jalan dan pukul 09.30 WIB, akses jalan sudah berjalan normal.

Kepala Desa dan warga setempat mengucapkan banyak terima kasih ke Pemkab Humbahas, khususnya kepada Wakil Bupati yang begitu cepat dan tanggap dan hadir di lokasi kejadian.

Pada kesempatan itu, Oloan Paniaran Nababan, mengatakan daerah Parlilitan memang tergolong rawan longsor.

Baca Juga: ‘Nggak Ada Hubungan Macam-macam Sama Pak SL’

Oloan minta, apabila hal seperti ini terjadi maka Kepala Desa termasuk Camat harus cepat bergerak dan tanggap dengan situasi serta segera dilaporkan ke Pemkab Humbahas.

“Kalau longsor seperti ini, hanya mengandalkan gotong-royong, lama siapnya tapi harus menggunakan alat berat. Sehingga akses jalan tidak terganggu dengan waktu yang lama. Jadi kita harus cepat bergerak dan tanggap dengan situasi,” ujarnya. (ph)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *