Nekat Bersepeda saat PPKM Darurat, Sepedanya Dikandangkan Polisi

  • Whatsapp
Foto: Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran. (dok_detikcom)
Foto: Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran. (dok_detikcom)

SNT, Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran mewanti-wanti masyarakat untuk menaati ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Fadil menyampaikan pesan khusus kepada para pesepeda.

“Yang hobi naik sepeda saya ingatkan sudah berhenti naik sepeda,” demikian kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/7/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Bacac Juga: 4 Zodiak yang Berpotensi Menjadi Ayah Terbaik

Fadil menegaskan, akan menyita sepeda para pesepeda yang masih nekat bersepeda saat penerapan PPKM darurat berlangsung. “Nanti sepedanya saya kandangkan selama PPKM darurat kalau nekat naik sepeda,” kata Fadil.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Di masa PPKM darurat, dia berharap kegiatan masyarakat yang tidak mendesak benar-benar harus dibatasi.

Baca Juga: Satika Simamora Bocorkan Tips Ini ke Penggiat Kuliner Tapanuli Utara

Mantan Kapolda Jatim ini menyebut kebijakan itu bukan untuk mengekang para pesepeda. Namun, demi mencegah penyebaran virus Corona di masyarakat.

“Saya menolong jiwanya. Lebih baik saya amankan sepedanya daripada orangnya keliaran terpapar COVID atau dia menyebarkan COVID,” jelas Fadil.

Baca Juga: Duh, Calon Siswa SMP Kelas Unggulan di Sibolga Dikutip Uang Seragam?

Untuk diketahui, kebijakan PPKM darurat mulai diterapkan hari ini, Sabtu 3/7/2021). Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah kebijakan, salah satunya menutup pintu masuk ke Jakarta.

“Seluruh pintu keluar masuk Jakarta akan kita tutup dan akan dilakukan pemeriksaan ketat,” kata Fadil, kemarin.

Baca Juga: Anies: Jakarta Sedang Genting dan Darurat, Semua di Rumah Kecuali Mendesak

Dia menjelaskan, kebijakan tersebut akan diterapkan mulai tengah malam nanti. Fadil menegaskan lewat kebijakan itu tidak ada masyarakat yang melakukan mobilitas di luar kegiatan yang telah diizinkan oleh satgas penanganan COVID-19.

“Tidak boleh ada satu pun yg melakukan mobilitas di luar dari pada kegiatan yang esensial dan kritikal,” pungkasnya. (dtc/snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *