Satika Simamora Bocorkan Tips Ini ke Penggiat Kuliner Tapanuli Utara

  • Whatsapp
Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora.
Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora.

SNT, Taput – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, membuka pelatihan peningkatan inovasi penggiat kuliner, bertajuk ‘Inovasi Higienitas Sajian Kuliner di Destinasi Pariwisata’.

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Taput ini dilaksanakan di Hotel Palapa-Tarutung, Jumat (2/7/2021).

Bacaan Lainnya

Peserta pelatihan sebanyak 40 orang, mereka merupakan penggiat kuliner di lokasi objek wisata Rohani Salib Kasih Siatas Barita, Panatapan Geosite Hutaginjang Muara dan Aek Situmandi.

Baca Juga: Duh, Calon Siswa SMP Kelas Unggulan di Sibolga Dikutip Uang Seragam?

Satika Simamora yang turut sebagai salah satu narasumber menekankan pentingnya pemahaman, dan etika dalam penyajian makanan dan kuliner. Mulai dari kemasan, hidangan hingga perlunya kehati-hatian dalam penggunaan media, serta etika saat melayani dan menggunakan sejumlah media di atas meja yang perlu dipahami.

Lebih lanjut Satika menjelaskan, bahwa sebutan ‘Tabel Manner’ yang diperkenalkan oleh Ratu Prancis Catherine de’Mefici pada abad ke-18, masih sangat ideal diikuti di era berkemajuan saat ini terutama dalam pusaran industri pariwisata.

Baca Juga: Fakta Baru Wanita Kehilangan Uang dari Jok Motor di Sibolga

“Para penggiat kuliner harus mampu menjadi salah satu faktor pendukung bagi kemajuan sektor pariwisata di Tapanuli Utara. Harus memiliki pengetahuan dan mampu menyajikan kuliner dengan baik,” ujar istri Bupati Taput itu.

“Singkatnya, etika ‘table manner’ yang dikembangkan dimulai dari bagaimana penataan posisi peralatan makan dan minum, hingga elok budi penggunaan serbet mulut hingga mengatur sikap diri yang benar selama menikmati hidangan,” lanjutnya.

Baca Juga: Satika Simamora Harapkan Tenun Ulos Taput Bisa Go Internasional

“Penggunaan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, termasuk bagian dari lukisan sejarah tata cara makan yang berasal dari Prancis berkat Ratu de’Medici dan sangat ideal kita ikuti,” sambung Satika.

Ketua PKK Taput itu mengatakan, dalam industri pariwisata, pengunjung atau wisatawan yang datang harus ada kepuasaan tersendiri kalau dilayani dengan baik.

Baca Juga: Kakek 73 Tahun di Taput Bongkar ‘Memori Galian Batu’

“Seenak apapun makanannya, jika selera makan sudah hilang, itu percuma. Untuk itu, ‘table manner’ juga menjadi hal yang harus dikuasai. Penggunaan peralatan maupun kemasan makanan yang harus diupayakan higienis, pelayanan yang baik, kebersihan, serta keramahan pelayan juga dinilai akan menambah selera makan tamu. Etika makan ajapun ada, apalagi penyajiannya, seluruhnya harus kita pahami agar tamu dan wisatawan yang singgah betah berwisata di Taput,” ungkapnya.

Baca Juga: Honda Jazz Tancap Gas Menuju Medan, Polisi Taput Curiga, Oh Ternyata..

Pembicara lainnya yang hadir yakni Kepala Dinas Pariwisata Taput, Yunus Caesar Hutauruk dan Dosen Akademisi Pariwisata ULCLA Tarutung, Debora Purba.

Kegiatan ini digelar selama 3 hari (1-3 Juli 2021), menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas sisi inovasi dan higienitas sajian kuliner, table manner, hingga praktik langsung penyajian kuliner. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *