Oknum Satpol PP Pukul Ibu Hamil 9 Bulan saat Razia PPKM

  • Whatsapp
Foto: Screenshot
Foto: Screenshot

SNT – Oknum Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), memukul pasangan suami-istri (pasutri) saat razia pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Istri yang dipukul itu ternyata tengah hamil 9 bulan. “Iya, istri saya lagi hamil memang dan saya juga sudah bilang saat oknum petugas itu datang,” kata suami yang dipukul oknum Satpol PP saat razia PPKM, Ivan, saat ditemui di Polres Gowa, Kamis (15/7/2021).

Ivan mengatakan kondisi istrinya memang rentan karena usia kandungannya yang sudah masuk bulan ke-9.

Ivan menyebut, saat penganiayaan terjadi, sang istri juga sempat mengeluarkan cairan yang dia sebut-sebut ada hubungannya dengan kondisi kehamilan istrinya.

Pemukulan oknum Satpol PP saat razia PPKM terhadap Ivan dan istrinya terekam kamera CCTV, dan kamera ponsel Ivan yang sedang live hingga viral di media sosial (medsos).

Dalam video yang viral, pria yang belakangan diketahui bernama Ivan (24) tersebut pada awalnya cekcok dengan oknum Satpol PP.

Situasi itu kemudian berujung pada pemukulan oknum Satpol PP terhadap Ivan. Istri Ivan juga mengalami pemukulan.

Dikatakan Ivan, insiden pemukulan itu terjadi di warkop sekaligus rumahnya di Panciro, Gowa, sekitar pukul 20.40 Wita, pada Rabu (14/7/2021).

Ivan mengaku warkop miliknya sebenarnya sudah beberapa hari ini tutup lebih awal akibat pemberlakuan PPKM.

Namun Ivan hanya menutup sebagian pintu warkopnya karena dia sendiri sedang live untuk melakukan endorse sejumlah produk. Saat itulah tiba-tiba ada sejumlah orang memasuki warkopnya.

“Sudah itu, ada salah satu (petugas) PPKM wanita menegur istriku karena pakaiannya seksi, apa hubungannya PPKM dengan pakaian seksi? Itu kan warkop sekaligus rumah. Wajar kan pakaian tidur, jadi istriku marah,” kata Ivan.

Dia mengaku petugas PPKM itu ternyata memprotesnya karena musik di tempatnya masih bunyi. Ivan pun mengaku musik itu untuk keperluan endorse.

“Awalnya tim PPKM masuk karena mendengar suara musik, padahal kita sudah tutup dan lampu sudah mati. Dan tim PPKM masuk tidak ada dia lihat pengunjung satu pun, dia melihat kita sedang live (endorse produk di medsos). Dan bertanya ini kenapa ada musiknya nyala,” tuturnya.

Penjelasan itu disebut Ivan membuat petugas PPKM wanita sadar diri dan segera meminta maaf serta pergi. “Tapi tiba-tiba ada oknum Satpol PP masuk mengamuk sampai tunjuk-tunjuk, istriku bilang santai saja,” jelas Ivan.

Oknum Satpol PP itu disebut marah-marah, sehingga istri Ivan kembali menantang karena merasa tidak melakukan kesalahan.

Ivan juga mengaku menenangkan oknum Satpol PP dimaksud namun dirinya justru dianiaya.

“Istriku bilang saya ikuti aturan pemerintah, sama sekali tidak ada saya langgar. Saya bilang, jangan begitu, Pak, istriku sedang hamil. Jadi dia langsung balik tampar saya,” kata dia. (dtc/snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *