Sat Reskrim Polres Sibolga-Polda Sumut Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Patar Simanjuntak

  • Whatsapp
Sat Reskrim Polres Sibolga Gelar Rekonstruksi Pembunuhan.
Sat Reskrim Polres Sibolga Gelar Rekonstruksi Pembunuhan.

SNT – Sat Reskrim Polres Sibolga-Polda Sumut menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Patar Agus K Simanjuntak yang terjadi pada Minggu (10/10/2021) sekira pukul 00.30 WIB di jalan S.M Raja Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, atau tepatnya di kawasan SPBU Kebun Jambu Kota Sibolga, Sumatra Utara.

Rekonstruksi dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Sibolga untuk kelengkapan berkas penyidikan, sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum atau JPU. Dalam rekonstruksi ini, tersangka JIH alias Hia dihadirkan bersama satu orang saksi. Sementara saksi lainnya diperankan oleh personel Sat Reskrim Polres Sibolga.

Bacaan Lainnya

Jalannya rekonstruksi ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Harahap, dan dihadiri Waka Polres Sibolga, Kompol R. Sihombing

Kemudian para penyidik pembantu Sat Reskrim Polres Sibolga, JPU Syahrul Harahap dan penasihat hukum Mahmudin Harahap. “Dalam rekonstruksi ini ada 14 adegan yang dilakukan,” kata AKP D.Harahap.

Sebelumnya pada Senin (11/10/2021), Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja merilis terduga pelaku kasus pembunuhan terhadap Patar Simanjuntak.

Tersangka JIH (30) merupakan warga Jalan Sisingamangaraja, Gg Mansur Pohan, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.

“Kasus ini sudah direncanakan, pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang. Korbannya, Patar Agus K Simanjuntak (28), warga Jalan Kampung Kelapa, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota,” kata Taryono kepada wartawan.

Menurut Taryono, modus operandinya karena unsur sakit hati. Pada 5 Oktober 2021, atau beberapa hari sebelumnya, tersangka yang berprofesi sebagai pedagang pisang mendapat informasi bahwa pisangnya telah dicuri.

“Berdasarkan informasi dari rekannya, bahwa pelaku pencurian pisang ini berada di daerah Kampung Kelapa, sehingga dicarilah pelaku itu oleh tersangka,” katanya.

Di Kampung Kelapa, tersangka bertemu dengan seseorang, ketika ditanya siapa pencurinya, orang itu tidak mengakui, tetapi justru berteriak bahwa yang bersangkutan dipukuli oleh tersangka.

Baca Juga: Sakit Hati, Patar Simanjuntak Dibunuh

Seketika itu, tersangka pun dikeroyok, dan tersangka mengenali orang-orang yang mengeroyoknya.
Pada 10 Oktober 2021 atau pada saat kejadian, tersangka dan korban bertemu di SPBU Kebun Jambu, itu bisa difaktakan dengan barang bukti CCTV.

“Korban masih merasa diikuti oleh tersangka. Korban pun mendekati tersangka yang ternyata sebelumnya sudah menyiapkan pisau. Pada posisi yang dekat, tersangka kemudian langsung menusukkan pisau itu ke dada sebelah kiri korban,” terang Taryono.

Pada saat itu, korban masih sempat berlari menuju gang rumahnya, ketika dibawa ke rumah sakit, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. “Saat penyidik dan tim opsnal bersama tersangka melakukan pencarian barang bukti (pisau kecil), tersangka melakukan perlawanan, akhirnya polisi melakukan tindakan tegas dan terukur,” katanya.

Dalam kasus ini, tersangka terancam dipenjara seumur hidup atau 20 tahun penjara, atau 15 tahun penjara. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *