Kapolres dan Tim Tinjau Lokasi Penebangan Kayu di Dolok Partangiangan

IMG 20230214 WA0018

Foto: Kapolres AKBP Johanson Sianturi bersama tim saat meninjau lokasi penebangan kayu di Dolok Partangiangan, Desa Parbubu Dolok, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. 

TAPANULI UTARA – Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi meninjau lokasi penebangan kayu di Dolok Partangiangan, Desa Parbubu Dolok, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara demi memastikan apakah lokasi tersebut masuk kawasan hutan atau tidak.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan peninjauan ini untuk memastikan apakah kawasan ini masuk kawasan hutan atau tidak,” jelas Kapolres.

Dalam peninjauan, polisi turut melibatkan dinas kehutanan yang diwakili oleh KPH XII Tarutung selaku ahli di bidang kehutanan.

“Dengan melibatkan dinas kehutanan KPH XII Tarutung dan Dinas lingkungan Hidup Pemkab Tapanuli Utara, kepastian status lokasi akan diperoleh,” terang Kapolres. 

IMG 20230214 WA0013
Kapolres dan Tim Tinjau Lokasi Penebangan Kayu di Dolok Partangiangan 2

Kapolres juga didampingi Kasat Reskrim Iptu Zuhatta Mahadi, Kasi Humas Ipda Gaung Wira Utama, Kanit Tipiter Aipda Imron Barus, serta Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat KPH XII Tarutung Hombar Sinurat dan Kabid Lingkungan Hidup Pemkab Taput Kardo Simanjuntak.

Pada kesempatan itu, Kepala seksi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat KPH XII Tarutung Hombar Sinurat menjelaskan bahwa lokasi penebangan kayu yang ditinjau saat ini merupakan APL (Areal Penggunaan Lain) dan bukan kawasan hutan. 

“Kita sudah ngecek titik koordinat penebangannya, dan  jelas di luar kawasan hutan,” ujarnya.

Dikatakan, berdasarkan pasal 285 ayat (1), pemanfaatan kayu budidaya yang berasal dari hutan hak dilakukan oleh pemilik hutan hak yang bersangkutan dan tidak memerlukan izin penebangan.

“Namun, jika kayu yang di tebang  diangkut dari lokasi tersebut ke lokasi lain dapat dikenakan sanksi administrasi berupa  teguran tertulis sesuai pasal 371 dari Permen LHK Nomor 8 tahun 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi,” imbuhnya.

Sehingga, kata dia, jika ada pihak-pihak lain yang menyebut penebangan kayu di Dolok Partangiangan merupakan illegal logging atau pembalakan liar, hal tersebut tidaklah benar. (ril/Mora)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *