Nelayan Berangkat Lagi Melakukan Pencarian, Istri dan Keluarga ABK Kapal Mega Top III Menangis Histeris

  • Whatsapp
Keluarga ABK Kapal KM Mega Top III Histeris di tangkahan Sinar Mas, Pondok Batu, Sarudik, Tapteng, Sumut, Saat Pemberangkatan Pencarian ABK Mega Top III.

Smart News Tapanuli, TAPTENG – Sejumlah istri dan keluarga ABK kapal KM Mega Top III, histeris di tangkahan Sinar Mas Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumut), Senin, (5/2/2018) siang.

Isak tangis itu tiba-tiba pecah setelah kapal KM Megawati kembali diberangkatkan dari tangkahan Sinar Mas untuk melakukan pencarian kapal KM Mega Top III, pasca adanya penemuan blong berisi pakaian dan alat pancing yang diduga milik ABK yang hilang.

Bacaan Lainnya

“Dimana kalian nak, ibu sangat merindukanmu, segeralah pulang,” ucap seorang ibu sambil menangis histeris.

Amatan Smart News Tapanuli, ibu-ibu keluarga ABK lainnya juga terlihat shock, dan hanya bisa terduduk sambil menangis di tangkahan Sinar Mas.

Humas tangkahan Sinar Mas, Aswin Nasution membenarkan pemberangkatan kapal KM Megawati bersama belasan nelayan untuk melakukan pencarian kapal KM Mega Top III setelah adanya penemuan blong. Namun tidak dijelaskan titik kordinat pencarian yang akan dilakukan.

“Benar, pencarian ABK kapal KM Mega Top III kembali dilakukan dengan menggunakan kapal KM Megawati bersama belasan nelayan,” kata Aswin.

Setelah kapal pencari berangkat, kemudian seluruh keluarga ABK kapal KM Mega Top III beranjak menuju kantor Pol Airud Sibolga di Pondok Batu untuk melihat dengan jelas isi dari blong yang dibawa kapal KM Alam Jaya, didampingi Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori.

Diberitakan sebelumnya, sebuah blong berisikan pakaian dan alat pancing diduga milik salah seorang ABK KM Mega Top III ditemukan mengapung oleh nelayan diperairan Aceh beberapa hari lalu. Kemudian blong tersebut dibawa ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Kecamatan Sarudik, Tapteng, dengan menggunakan kapal KM Alam Jaya, tiba sekitar pukul 01.00 WIB, Senin, (5/2/2018).

Setibanya di PPN Sibolga, blong tersebut kemudian dibuka diatas kapal KM Alam Jaya, dan mengeluarkan seluruh isi didalamnya. Selanjutnya ditunjukkan kepada keluarga ABK Mega Top III apakah mengenali isi didalam blong tersebut.

Nahkoda kapal KM Alam Jaya Kholit Sitompul menjelaskan kronologi penemuan blong itu hingga dibawa ke Sibolga. Kholit mengaku bahwa blong itu sebelumnya ditemukan oleh nelayan kapal Pompong Aceh. Kemudian blong itu diserahkan kepada kapal KM Serasi yang sedang berada ditengah laut, dan selanjutnya oleh ABK kapal KM Serasi menyerahkannya kepada kapal KM Alam Jaya hingga kemudian dibawa ke Sibolga.

“Blong ini sebelumnya ditemukan nelayan Pompong Aceh, dan kemudian dititipkan ke kapal KM Serasi serta diserahkan kepada kami untuk dibawa ke Sibolga. Mana tau blong dan isinya bagian dari ABK kapal KM Mega Top III itu, sehingga dibawa kesini,” kata Kholit Sitompul, Senin, (5/2/2018) pagi di TPI Pondok Batu, Sarudik.

Pada kesempatan itu, blong tersebut kemudian diperiksa dan diawasi langsung oleh personil Satpol Airud Sibolga serta disaksikan Kasat Pol Airud Sibolga, AKP Jalanak beserta sejumlah keluarga ABK Mega Top III.

Dari dalam blong setelah diperiksa ditemukan ada beberapa helai baju, mantel warna biru, handuk, celana, tas, dan perlengkapan alat pancing.

Sekadar untuk diketahui, Kapal KM Mega Top III hilang kontak sejak tanggal 3 Januari 2018 lalu, hingga saat ini belum diketahui nasib 28 ABK dan seorang nahkoda kapal Pompong yang ikut didalamnya. Kapal Mega Top III berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga pada tanggal 28 Desember 2017. Namun hilang kontak di perairan Aceh, di posisi 94 Bujur Barat.

Kendati sudah dilakukan pencarian oleh Basarnas Sibolga dan kelompok nelayan Sibolga-Tapteng, namun keberadaan Kapal dan seluruh ABK didalam Kapal Mega Top III tersebut hingga saat ini belum diketahui. (Job Purba)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *