PBL Mahasiswa Akper Tapteng Resmi Ditutup

  • Whatsapp
Praktek Belajar Lapangan (PBL) Mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Kabupaten Tapanuli Tengah (Kab.Tapteng) resmi ditutup oleh Dirut Akper Tapteng Rostianna Purba, Spd MKes, didampingi Camat Andam Dewi, Demsi Limbong SPd, Rabu, (28/3/2018). FOTO: Kominfo Tapteng.

Tapanuli Tengah – Praktek Belajar Lapangan (PBL) Mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Kabupaten Tapanuli Tengah (Kab.Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) resmi ditutup oleh Dirut Akper Tapteng Rostianna Purba, Spd MKes, didampingi Camat Andam Dewi, Demsi Limbong SPd, Rabu, (28/3/2018).

Mengawali sambutannya, Dirut Akper Rostianna Purba mengucapkan terima kasih atas dukungan Camat Andam Dewi, Kepala Desa Lobu Tua, orang tua pemondokan dan masyarakat yang mendukung pelaksanaan PBL sehingga dapat berjalan dengan baik dan sukses di Kecamatan Andam Dewi.

Bacaan Lainnya

Rostianna merinci, sebanyak 46 mahasiswa Akper Tapteng selama kurang lebih satu bulan mengikuti kegiatan PBL, meliputi Keperawatan Komunitas II, Gerontik, dan Keluarga di Kecamatan Andam Dewi.

“Para mahasiswa ditempatkan di Desa Lobu Tua, dan tinggal di pondokan dan rumah milik warga,” ujar Rostianna, Jumat, (30/3/2018).

Rostianna menjelaskan, Keperawatan Gerontik merupakan praktek keperawatan yang berkaitan dengan penyakit pada proses menua.

“Melalui asuhan keperawatan gerontik dilakukan pencegahan ketidakmampuan yang diakibatkan proses penuaan, perawatan untuk memenuhi kebutuhan lansia, pemulihan untuk mengatasi keterbatasan lansia, dengan sifat mandiri, kolaborasi, humanistik dan holistik. Sementara itu Keperawatan Komunitas II meliputi kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada kurikulum yang ditetapkan untuk mahasiswa Akper memuat pelaksanaan PBL, dengan tujuan memberikan pengalaman kepada para mahasiswa Akper untuk menerapkan teori yang telah diterima selama kuliah, meliputi asuhan keperawatan keluarga dan komunitas ke masyarakat sehingga kelompok masyarakat dapat meningkatkan kesehatannya, khususnya dalam lingkup keluarga.

Diharapkan kepada para mahasiswa PB, bahwa pengalaman PBL yang dilakukan para masiswa untuk menambah pengetahuan dan pemahaman, menjadikannya perawat profesional yang memiliki kesadaran tinggi, bertaqwa, berilmu dan kompeten dalam melaksanakan tugas profesi keperawatan dalam memberikan pelayanan kesehatan/perawatan, bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

Hadir pada acara penutupan PBL Mahasiswa Akper itu, Dirut Akper Kab. Tapteng beserta jajarannya, Camat Andam Dewi, Kepala Desa Lobu Tua, para mahasiswa PBL Akber Kab. Tapteng, dan Orangtua tempat pemondokan mahasiswa selama PBL. (ril/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *