RSU FL Tobing Sibolga Perlakukan Sama Pasien BPJS

  • Whatsapp
Humas RSU Sibolga Tigor Tambunan menyampaikan keterangannya dalam acara diskusi di salah satu channel streaming tv lokal, di PIA Hotel Pandan, Minggu (22/4/2018) malam. Diskusi itu mengangkat topik "Apakah BPJS menjadi Kebutuhan atau Kewajiban". Hadir juga sebagai narasumber Kepala BPJS Cabang Sibolga, Rudhy Suksmawan. FOTO: istimewa.

Sibolga – Pasien BPJS yang berobat di RSU Dr FL Tobing Sibolga dipastikan mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sama sesuai tingkat kepesertaan yang dimiliki pasien.

Hal itu ditegaskan Direktur RSU Dr FL Tobing Masrip Sarumpaet melalui Humasnya Tigor Tambunan dalam acara diskusi di salah satu channel streaming tv lokal, di PIA Hotel Pandan, Minggu (22/4/2018) malam. Diskusi itu mengangkat topik “Apakah BPJS menjadi Kebutuhan atau Kewajiban”. Hadir juga sebagai narasumber Kepala BPJS Cabang Sibolga, Rudhy Suksmawan.

Bacaan Lainnya

Tigor mengatakan, rumah sakit bukan hanya tempat berobat bagi masyarakat, tapi juga sebagai tempat meningkatkan status kesehatan individu, sehingga kualitas kesehatan dan hidup masyarakat dapat lebih baik. Maka dalam hal ini, RSU Dr FL Tobing saat ini selalu berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, baik itu ketersediaan fasilitas alat kesehatan, tenaga dokter spesialis yang memadai, SDM keperawatan yang bermutu dan handal, maupun pelayanan yang lebih humanis, empati dan efektif, serta memperlakukan sama semua pasien BPJS maupun pasien umum.

Di samping itu, kata Tigor, pelayanan kesehatan yang diberikan di RSU Dr FL Tobing saat ini kepada pasien JKN-KIS, tidak berorientasi kepada pendapatan atau pun mengejar keuntungan, tapi ikut memberikan perlindungan kesehatan, agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan bagi setiap individu yang membayarkan iurannya atau pun iurannya dibayarkan pemerintah.

“Artinya kami tidak pernah meminta pasien rawat inap untuk rawat jalan karena pertimbangan waktu, tapi pengobatan tetap diberikan sampai tuntas sesuai hasil pemeriksaan dokter,” katanya.

Ditambahkan Tigor, untuk tahun 2017 ada sekitar 91.835 orang pasien rawat jalan dan 5.095 pasien rawat inap peserta BPJS yang berobat di rumah sakit itu.

“Data ini membuktikan bahwa masyarakat masih percaya memeriksakan sakitnya ke RSU Dr FL Tobing yang memiliki motto pelayanan mengutamakan mutu dan keselamatan pasien,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga Rudhy Suksmawan mengapresiasi akan kepedulian Walikota Sibolga dalam memberhasilkan program JKN-KIS. Sebab sampai saat ini jumlah masyarakat yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan mencapai 96,77 persen. Artinya daerah Sibolga telah mencapai cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2018.

Pada kesempatan itu, Rudhy juga menyampaikan bahwa BPJS Cabang Sibolga saat ini terus berinovasi demi mengejar target kepesertaan program JKN -KIS di tahun 2019 melalui kegiatan program jemput bola Mobile Customer Service (MCS) di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Dimana bagi masyarakat yang belum terdaftar atau ingin membayar iuran, maka petugas kami akan turun ke bawah, ke pusat-pusat keramaian, untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, tambah Rudhy, BPJS juga saat ini punya program aplikasi Mobile JKN yang untuk membantu masyarakat agar dimudahkan mendaftar atau membayar iuran. “Melalui program aplikasi mobile JKN, maka kini semua ada dalam genggaman kita,” tandasnya. (Rilis/snt)

 

Editor: Mora

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *