Warga Protes Proyek Jaringan Distribusi Air Minum

  • Whatsapp
Proyek pemasangan pipa untuk jaringan distribusi air minum di Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara, yang dikerjakan tahun anggaran 2018, mendapat protes dari warga sekitar. FOTO: ferry sitohang_snt.

Sibolga – Proyek pemasangan pipa untuk jaringan distribusi air minum di Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara, yang dikerjakan tahun anggaran 2018, mendapat protes dari warga sekitar.

Tidak ada ditemukan papan informasi proyek yang dilaksanakan di ruas Jalan Jenderal Sudirman ini, warga sekitar pun bertanya-tanya tentang keberadaan proyek itu.

Warga juga menuding pekerjaannya dilakukan asal jadi, sebab kedalaman galian tanah untuk saluran pipa air hanya berkisar 20-25 cm saja.

Pantauan di lapangan, pipa paralon dipaksa masuk pada saluran galian dengan cara memukul menggunakan kayu bulat. Akibatnya, pipa pun menjadi retak.

N Situmorang warga setempat mengatakan, kedalaman galian saluran pipa sarana air minum tersebut diduga tidak sesuai ketentuan.

Harusnya kedalaman galian minimal 40 cm, dan pipa paralon yang ditanam harus dialasi pasir, bukannya langsung diletakkan ke galian.

Saluran pipa dibuat sangat dekat dengan pinggir badan jalan, tentunya ini rentan dengan beban berat kenderaan, sehingga pipa tersebut dikhawatirkan tidak bertahan lama.

“Kami khawatir nanti pipanya nyembul ke permukaan saat tanahnya tergerus air,” ucap N Situmorang diamini warga lainnya.

Mereka pun menyatakan protes dengan cara kerja yang asal jadi tersebut.

“Kami akan mendatangi kantor PDAM untuk menyatakan menolak pekerjaan yang asal jadi ini. Kami akan mendesak PDAM untuk membongkar pipa yang sudah dipasang, sampai saluran pipa itu dibuat sesuai ketentuan yaitu sedalam 40 cm,” tegasnya.

Sementara itu, seorang oknum yang mengaku sebagai pengawas dari PDAM Sibolga saat ditanya wartawan di lokasi, malah berkelit dan meminta surat tugas dan id card wartawan.

Oknum yang tak bersedia menyebut identitasnya ini mengatakan, pihaknya tidak bisa menggali lebih dalam lagi karena ada pipa besi di saluran galian.

“Dan tidak ada dianggarkan pengadaan pasir,” ucapnya.

Sayangnya, sampai sekarang belum diperoleh konfirmasi dari Direktur PDAM Tirtanauli Sibolga. (ferry sitohang_snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *