oleh

Rekanan dan Dinas PUPR Tak Hadir, Warga Ketapang Gagal Sampaikan Keluhan

Sibolga – Warga yang berdomisili di lokasi proyek pembuatan parit dan dyk penahan di Gg Perjuangan di Jalan Ketapang, gagal menyampaikan keluhannya karena perwakilan kontraktor dan Dinas PUPR Sibolga tidak hadir dalam pertemuan, Senin (4/6).

Setelah dipersoalkan warga, Kepling VI Hotman Sihombing berupaya melakukan mediasi mengundang pihak kontraktor dan Dinas PUPR Sibolga untuk menemui warganya di Kantor Lurah Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara.

S br Silaban (Op Devina) dan Listeria Br Tampubolon (Mama Sena) mengaku kecewa karena gagal menyampaikan keluhan mereka.

Menurut kedua wanita ini, pembuatan parit dan dyk di lingkungan rumahnya yang dikerjakan CV Donda telah menimbulkan persoalan baru bagi mereka.

Op Devina khawatir rumahnya bakal ambruk akibat pembuatan dyk tersebut, sedangkan Mama Sena khawatir rumahnya akan tertimpa longsor jika rumah S Br Silaban nantinya ambruk.

Mama Sena mengatakan mereka tidak sembarangan mengeluh, melainkan sesuai bukti atas apa yang dialami.

“Setelah proyek itu dikerjakan, setiap hujan turun kami selalu menimba air yang berasal dari lokasi proyek ke dalam rumah,” ujar Mama Sena.

Karena tanaman bambu yang sebelumnya berfungsi sebagai penahan tanah sekaligus penyerap air sudah disuruh ditebang pihak rekanan.

“Kami mengeluh bukan karena kualitas pekerjaan tidak baik, namun mereka menyangkal lokasi ikut dibangun. Akibatnya, rumah Oppung Devina jadi rawan longsor, dan rumah saya jadi banjir dan terancam tertimpa longsor,” katanya.

Karena khawatir, setiap hujan turun, anak dan menantunya pun terpaksa tidur di ruang tengah.

“Jika ini dibiarkan, kepada siapa lah kami mengadukan nasib kami,” timpalnya.

Kepling VI Hotman Sihombing mengatakan pertemuan ini sifatnya hanya kekeluargaan saja.

Sementara itu, pihak CV Donda tidak berhasil ditemui di lokasi pekerjaan, demikian juga pihak Dinas PUPR Sibolga juga tidak ada yang bisa dikonfirmasi. (ferry sitohang)

Komentar