Warga Padangsidimpuan Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia

  • Whatsapp
Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya ketika memeriksa kerangka manusia yang ditemukan di kebun. Foto/Zia Nasution.

Padangsidimpuan – Penemuan kerangka manusia hebohkan warga Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu pagi (8/7). Kerangka manusia itu ditemukan di salah satu kebun warga di Desa Simirik sekitar pukul 09.30 WIB.

Penemuan kerangka manusia itu pertama kali diketahui oleh Tambunan, warga Simirik. Saat itu Tambunan sedang mencari ijuk. Kemudian mendapati kerangka manusia tersebut berada di bawah pohon yang akan ia panjat.

Bacaan Lainnya

Dilansir laman sindonews.com, setelah Tambunan memastikan, ia pun langsung berlari ke kampung untuk memberitahu hal itu ke warga setempat. Warga pun langsung menjumpai kepala desa setempat setelah mendengar cerita itu.

“Saya tidak menyangka, di bawah pohon aren yang akan saya panjat itu ternyata ada tulang belulang manusia, makanya saya lari ke kampung,” ujar Tambunan.

Penemuan kerangka manusia itupun kemudian didatangi kepala desa bersama warga setempat, dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

“Saya memberitahu kepada kepala desa, dan dia yang melaporkannya ke polisi,” ujar Tambunan.

Sementara itu, Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya didampingi Kasat Reskrim AKP Abdi Adillah mengatakan, dari hasil olah TKP sementara, ditemukan botol air mineral yang diikat dengan plastik.

Selain itu ditemukan uang kertas sebanyak Rp2.000 yang diikat. Penyidik kepolisian juga menemukan baju kaos warna cokelat.

Di sekitar lokasi penemuan, pihak kepolisian juga menemukan payung dan plastik warna biru.

Kapolres Hilman Wijaya menegaskan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus itu, dan kerangka mayatnya sudah berada di RSUD Padangsidimpuan.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Abdi Adillah. Dia mengatakan, lokasi penemuan kerangka manusia itu berada di kebun Burhan Siagian.

Dari hasil penyelidikan awal, kebun itu sudah ditinggalkan oleh Burhan selama 4 bulan.

”Memang di kebun itu ada pohon nira dan ijuk yang dapat digunakan untuk sapu,” kata Abdi Adilah.

Untuk saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Beberapa hari ke depan, tulang belulang manusia itu akan dibawa ke Pematangsiantar guna diotopsi.

”Hasil otopsi itu nantinya akan dijadikan landasan penyelidikan,” sambung Abdi.

Kemudian ditanya tentang dugaan jenis kelamin, Abdi menegaskan, dugaan sementara korban adalah laki-laki. Sebab, celana dalam korban bentuk celana dalam laki-laki.

”Dugaan awalnya laki-laki, karena dia memakai celana dalam laki-laki,” tuturnya.

Menurut informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat, tidak ada warga di desa itu yang merasa kehilangan anggota keluarga.

Warga meminta pihak kepolisian secepatnya mengungkap kasus ini agar masyarakat di desa itu merasa tenang dan aman melakukan aktivitasnya sehari-hari. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *