Lagu Potong Bebek Angsa Fadli Zon Dicap Bentuk Devide et Impera

  • Whatsapp
Rian Ernest. (FOTO: dok_istimewa_instagram)

Smart News Tapanuli – Kader Partai Solidaritas Indonesia, Rian Ernest menyebut unggahan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Fadli Zon di akun Twitter-nya soal parodi lagu Potong Bebek Angsa merupakan contoh politik yang memecah belah.

Rian Ernest menuding bahwa hal yang dilakukan Fadli sama seperti apa yang dilakukan penjajah dahulu pada bangsa Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Bahwa praktik-praktik elite politik yang suka pecah-belah. Suka menciptakan permusuhan. Ini hampir mirip dengan politik penjajah dahulu, pecah belah, devide et impera,” kata Rian di Gedung Bareskrim Polri, Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa 25 September 2018.

Menurut Rian Ernest, hal yang dilakukan Fadli tidak sehat untuk iklim demokrasi di Indonesia. Ia menganggap hal ini bukanlah kreativitas seperti apa yang dikatakan Fadli.

Merasa tindakan tersebut bisa merusak bangsa, Rian Ernest bersikukuh akan melaporkan Fadli ke polisi.

“Praktik-praktik politik tidak pantas seperti ini. Kami rasa inilah saatnya kami berikan efek jera tentu melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Caleg PSI ini.

Untuk diketahui, PSI melaporkan Fadli Zon ke Bareskrim Polri. Fadli dilaporkan atas unggahan di akun Twitter-nya yang mengunggah parodi lagu Potong Bebek Angsa.

Rian Ernest membawa barang bukti berupa screen capture dari akun Twitter Fadli Zon dan juga rekaman video dalam bentuk flash disk. (VIVA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *