oleh

Pemerintah Berupaya Stabilkan Harga Karet

Smart News Tapanuli – Banyak petani karet merugi akibat harga karet anjlok di pasaran. Presiden Joko Widodo mengaku, persoalan harganya sama dengan kelapa sawit, yakni pengaruh faktor global.

Komoditas sawit dan karet, jelas Jokowi, adalah komoditas global. Sehingga, harga dalam negeri akan terpengaruh oleh kebijakan negara-negara konsumen, yakni Eropa yang melarang impor minyak kelapa sawit.

“Sebulan lalu saya perintahkan menteri PU. Pak menteri sekarang pengaspalan jalan harus pakai karet,” kata Presiden Jokowi di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (25/11).

Jokowi meminta masyarakat memahami bahwa sejauh ini pemerintah telah berupaya keras untuk menstabilkan harga karet dan kelapa sawit.

Jokowi bahkan mengaku sudah mengirim tim ke Eropa untuk melobi. Untuk mengatasi ini, pemerintah berencana membeli karet dari masyarakat melalui Kementerian PU untuk proyek infrastruktur di Sumatera Selatan.

“Ini sebentar lagi yang di Sumsel kita beli langsung dari petani, koperasi beli getah karetnya. Harganya (sekarang) saya dengar Rp6.000 (per kg). Mau dibeli menteri PU Rp7.500-Rp8.000 (per kg). Sebentar lagi dimulai,” kata Presiden.

Ia pun meminta masyarakat bersabar. Ia meyakinkan, pemerintah bekerja untuk rakyat, untuk kesejahteraan rakyat, apalagi petani karet. “Tidak mudah karena menyangkut produksi yang besar. Tapi kita berusaha sangat menyelesaikan hal ini,” katanya. (VIVA)

Komentar