Walikota dan Direktur RSU Sibolga Silaturahmi ke Orangtua Alm Gisen, Begini Reaksi Netizen

  • Whatsapp
Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk bersama Plt Direktur RSU Dr Fl Tobing Sibolga, Donna Pandiangan bersama rombongan mengunjungi kediaman R Pasaribu dan Elminar br Marbun, orangtua almarhum Gisen Rezeki Pratama Pasaribu, yang meninggal dunia, pada Kamis lalu di RSU Sibolga, di Desa Sidikalang Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (26/6/2019). (foto: dok istimewa)

SmartNews, Sibolga – Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk bersama Plt Direktur RSU Dr Fl Tobing Sibolga, Donna Pandiangan bersama rombongan mengunjungi kediaman R Pasaribu dan Elminar br Marbun, orangtua almarhum Gisen Rezeki Pratama Pasaribu, yang meninggal dunia, pada Kamis lalu di RSU Sibolga, di Desa Sidikalang Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (26/6/2019).

Tujuan kedatangan orang nomor satu di Kota Sibolga itu bersama Direktur RSU Sibolga adalah untuk bersilaturrahmi. Setibanya di rumah orangtua alm. Gisen Pasaribu, rombongan Walikota Sibolga disambut dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam silaturahmi tersebut, Syarfi Hutahuruk menyampaikan rasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Gisen. “Gisen ini adalah bere saya, karena saya Hutauruk dan Ibunda Gisen boru Marbun. Kami adalah Naipospos. Selain itu saya juga putera daerah Sorkam ini. Saya sangat berduka atas meninggalnya bere saya ini di usia muda.

“Sementara beliau punya cita-cita yang tinggi. Tetapi jika Tuhan sudah berkehendak, kita manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagaimana diajarkan dalam agama Kristiani pada kitab Ayub 14:5, Jikalau hari-harinya sudah pasti, dan jumlah bulannya sudah tentu pada-Mu, dan batas-batasnya sudah kau tetapkan, sehingga tidak dapat dilangkahinya. Penyakit itu hanya sebab, ada yang justru sakit parah, kanker dan sejenisnya, malah belum dipanggil Tuhan, yang sehat-sehat saja malah duluan dipanggil,” ujar Syarfi Hutauruk.

Pada kesempatan ini, Walikota selaku Tulang (Paman,red) dan juga dr.Donna selaku Bibi (Nantulang,red), dikarenakan suami beliau bermarga Marbun, juga memberikan tali asih sebagai pengganti ilu manetek (uang duka,red) bagi keluarga.

“Kami berharap semoga seluruh keluarga yang ditinggal, terkhusus lae saya R. Pasaribu dan ito saya Boru Marbun, tabah menerima cobaan ini. Kami juga menyampaikan permohonan maaf, karena kedatangan kami pihak Pemko Sibolga agak terlambat, dikarenakan berbagai pertimbangan,” sebut Syarfi.

Menyikapi sambutan Walikota Sibolga, pihak keluarga Gisen Pasaribu menyampaikan bahwa seluruh keluarga besar, telah ikhlas atas kepergian Gisen.

“Tidak ada persoalan apapun bagi kami atas kepergian Gisen dengan pihak rumah sakit, karena semua ini sudah rencana Tuhan dan Gisen dijemput Tuhan lebih cepat pada usia muda, itu karena Tuhan sayang pada Gisen. Tuhan tidak ingin Gisen hidup lebih lama di dunia, karena Tuhan tidak ingin Gisen berdosa,” kata pihak keluarga Gisen.

Namun para netizen kemudian memberikan beragam tanggapan.

Udah ketebak endingnya gimana, dikasih uang damai terus minta maaf udah hilang lah perkara, padahal ini menyangkut nyawa orang,” tulis Aliyah.

Semoga tidak terulang lagi,” kata Chairul Anwar Cag.

Harus ttp di selidiki apakah itu kesalahan atw kelalian dri pihak rumah sakit.. Seperti kmren berita ny bukan perawat yg menyuntik.. Harus diusut,” pinta Melki Audikris. “Semudah itu kah?,” sebut Fitri Tanjung. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *