oleh

Dikonfirmasi Terkait Laporan Danlanal, Ini Kata Kapolres Sibolga

SmartNews, Sibolga – Danlanal Sibolga, Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Betrawarman melaporkan oknum Anggota DPRD Sibolga ke polisi, karena adanya pernyataan yang dianggap menghina intitusi Lanal Sibolga. Saat ini laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak Polres Sibolga.

Kapolres Sibolga, AKBP Edwin Hariandja kepada wartawan membenarkan telah menerima laporan tersebut.

“Laporannya sudah kita terima, dan akan kita tindak lanjuti. Saat ini kasusnya masih kita pelajari,” kata AKBP Edwin Hariandja kepada wartawan di Mapolres Sibolga, Selasa (13/8/2019).

Sebelumnya diberitakan, Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Betrawarman mengatakan, laporan polisi tersebut dibuat karena Danlanal merasa institusinya dihina atas adanya pernyataan oknum Anggota DPRD Sibolga.

Danlanal mengungkapkan, awalnya dia mendapat laporan dari Perwira Staf Program dan Anggaran (Pasproga) Kapten Laut (KH) Afnan Saleh Harahap, yang mewakilinya menghadiri sidang paripurna di DPRD Sibolga, pada Senin (12/8/2019).

Dalam sidang paripurna itu, Anggota DPRD Sibolga Muchtar DS Nababan melontarkan pernyataan yang dinilai sebagai penghinaan terhadap institusinya.

Pernyataan itu disampaikan Muchtar Nababan saat melakukan interupsi dihadapan Pimpinan Sidang Paripurna Pandangan Umum Anggota DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Kota Sibolga Tahun Anggaran 2019 di Ruang Paripurna DPRD Kota Sibolga.

Sidang paripurna tersebut dipimpin oleh Jamil Zeb Tumori, yang juga Wakil Ketua DPRD Sibolga.

Saat itu, Muchtar menyampaikan keluhan nelayan kecil terkait masih beroperasinya kapal pukat trawl dan nelayan yang menggunakan bahan peledak (bom) untuk menangkap ikan.

Muchtar menyebut bahwa Lanal Sibolga masih menerima uang stabil tentang hal ini. Namun sebelum mengatakan itu, Muchtar menyatakan memohon maaf tidak menuduh.

Ternyata, pernyataan Muchtar Nababan tersebut dinilai sebagai sebuah penghinaan bagi institusi Lanal Sibolga.
Danlanal kemudian memerintahkan Kapten Laut (KH) Afnan Saleh Harahap, membuat laporan ke Polres Sibolga sekitar pukul 15.30 WIB.

“Ujaran tersebut menurut saya sangat menghina Angkatan Laut khususnya Lanal Sibolga, yang sangat membuat citra Lanal Sibolga tercemar. Karena tuduhan yang disampaikan salah satu Anggota Dewan di ruang sidang yang terhormat adalah sebuah penghinaan kepada Lanal Sibolga,” kata Danlanal didampingi Palaksa Lanal Sibolga

Kapten Laut (PM) Hartono, Pasintel Lanal Sibolga Kapten Laut (P) Aris Alfatah, Dansatma Kapten Laut (PM) Iwan Setiawan, Pasproga Kapten Laut (KH) Afnan Saleh Harahap, Senin sore di Mako Lanal Sibolga.

Ini pernyataan Muchtar Nababan saat melakukan interupsi kepada pimpinan sidang paripurna.

Pimpinan, saya ingin menitipkan (pesan) nelayan kecil yang ada di Pintu Angin dan nelayan di jalan baru yaitu KNTM yang dipimpin oleh Immad Lubis, agar menyapu bersih pukat trawl, PI, Bom, yang sampai saat ini masih berjalan.

Dan kami dengar cerita, mohon maaf tidak menuduh, Lanal Sibolga masih menerima uang stabil tentang hal ini. Jadi masyarakat Pintu Angin dan nelayan kecil resah dengan ini, karena hasil tangkapan mereka makin menurun.

Karena memang sesuai dengan peraturan, kapal PI, Bom dan sebagainya dilarang beroperasi. Jadi jangan nanti sampai kapal perang yang menangkap mereka. Jadi Lanal kita nanti dipermalukan oleh kapal perang, lebih baik kita sampaikan kepada Danlanal kita bahwasanya jangan sampai membuat Lanal Sibolga jadi jelek.

Dan juga kepada saudara Walikota untuk mendukung razia menuntasan kapal bom ikan dan juga pukat harimau atau PI, atau cantrang yang dilarang oleh pemerintah. Jadi titipan itu langsung saya sampaikan kepada saudara yang mewakili Danlanal,” ujar Muchtar Nababan. (red)

Loading...

Komentar