Penyu Berumur 60 Tahun Nyangkut di Jaring Nelayan

  • Whatsapp
Danlanal Sibolga, Letkol (P) Laut Betrawarman, menyerahkan penyu Galapagos kepada Ketua STP Sibolga, Lucien P Sitanggang. (foto: istimewa)

SmartNews, Sibolga – Seekor penyu langka berjenis Galapagos, berhasil diselamatkan warga. Penyu ini sebelumnya tersangkut di jaring nelayan. Setelah diselamatkan, warga kemudian menyerahkannya ke Mako Lanal Sibolga.

Danlanal Sibolga, Letkol (P) Laut Betrawarman, menjelaskan, pihaknya pun berinisiatif untuk menyerahkan penyu tersebut kepada tenaga ahli dari Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga untuk diobservasi. Sehingga, hewan dilindungi ini bisa diselamatkan dan dikembalikan ke habitatnya.

Bacaan Lainnya

“Kita berharap, STP Sibolga yang telah memiliki peralatan lengkap, bisa menyelamatkan dan mengembalikan penyu ini ke laut,” ujar Betrawarman, saat menyerahkan penyu tersebut kepada Ketua STP Sibolga, Lucien P Sitanggang, di Mako Lanal Sibolga, Rabu sore (4/9/2019).

Lucien P Sitanggang, mengapresiasi kepedulian Danlanal Sibolga terhadap pelestarian biota laut. Ini bukti nyata, bahwa Danlanal Sibolga peduli dengan sumber daya laut.

Dia menyebut, penyu yang ditemukan itu berjenis Galapagos, salah satu spesis langka dan paling dilindungi. Penyu ini bisa berumur hingga 200 tahun. Dilihat dari ukuran dan besarnya, penyu ini sekarang berumur sekitar 60 tahun.

“Kita sangat beruntung bisa menemukan spesis ini. Bagi teman yang suka nyelam, ketemu dengan penyu jenis ini merupakan sebuah kebanggaan,” ungkap dia.

Lucien menambahkan, sama seperti spesis penyu lainnya. Galapagos ini mulai bereproduksi sejak umur 25 tahun ke atas.

Pihaknya akan memberikan treatmen selama 2-3 hari, kalau sudah pulih baru dapat dikembalikan ke habitatnya, yakni pulau yang jauh dari aktivitas manusia.

“Treatmen dilakukan di balai penelitian di lantai 4, gedung STP Sibolga. Di sana kita punya mesin resirkulasi, hasil penelitian kita untuk menyupali oksigen dengan kadar yang lebih tinggi,” katanya.

Menurut Lucien, dilihat dari kondisinya, penyu ini sedang mengalami stres, harus beradaptasi lagi, dan butuh waktu untuk pemulihan, kalau sudah normal, dan gerakannya membaik, baru dapat dilepas.

“Kita melihat, perairan kita ini salinitasnya tidak lebih dari 34 ppt (part per thousand). Kalau kita paksakan di tepian pantai seperti ini, dikhawatirkan penyu ini bisa tambah stres, bahkan bisa mati,” imbuhnya. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *