oleh

RKB Sibolga Ajarkan Marketing Online ke Mahasiswa

SmartNews, Sibolga – Memberdayakan dan memotivasi kaum milenial untuk menjadi pengusaha muda profesional, Rumah Kreatif BUMN (RKB) PT PLN Sibolga menggelar seminar sosialisasi marketing online kepada mahasiswa STIE Al Washliyah Sibolga-Tapteng, Selasa (8/10/2019).

Di kesempatan ini, mahasiswa diajarkan bagaimana caranya memasarkan produk secara online melalui penggunaan aplikasi digital. Sekaligus juga mengetahui keberadaan RKB PLN Sibolga sebagai sarana untuk memperkenalkan produk usaha kreatif masyarakat.

Pengelola RKB PLN Sibolga, Jannes Maharaja, pada kesempatan ini berharap, mahasiswa STIE Al Washliyah Sibolga-Tapteng ambil bagian menjadi leading sector pemasaran yang mampu menembus pasar dunia.

Mengikuti perkembangan, pemasaran kini sudah memasuki dunia teknologi. Butuh orang yang visioner dan mampu memahami dan menguasai teknologi dalam memasarkan produk UMKM yang ada Sibolga dan Tapteng ini agar bisa menembus pasar internasional.

“Kami berharap, keberadaan RKB PLN Sibolga dapat menambah pendapatan masyarakat dengan menjadi wirausaha yang sukses, khususnya kepada adik-adik mahasiswa menjadi entrepreneur sejati,” papar Jannes.

Sementara itu, akademisi dan juga praktisi ekonomi, Hendra Sahputra, menyampaikan dengan pemanfaatan teknologi, tingkat perekonomian masyarakat pasti bertumbuh. Tetapi, saat ini pelaku UMKM justru masih minim memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya.

Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM, hingga akhir 2018, total 58,91 juta pelaku usaha mikro, 57.260 pelaku usaha kecil dan 4.987 pelaku usaha menengah.

“Sayangnya, baru 5% pelaku UMKM yang sudah go digital, yaitu memanfaatkan teknologi sebagai alat pemasarannya,” tutur Hendra.

Menurutnya, pemasaran secara digital sangat dibutuhkan, dengan kehadiran industri 4.0, usaha apapun yang ditampilkan akan sangat berpeluang untuk sukses.

“Kemampuan mahasiswa sebagai kaum milenial yang tidak gagap teknologi, diyakini mampu untuk mengaksesnya, jadi mari manfaatkan digital sebagai sarana peningkatan ekonomi masyarakat,” sebut Hendra.

Hadir juga sebagai pembicara, Betty Tumanggor pelaku usaha tenun batik dan Abdi Somat Hutabarat, programer aplikasi yang menyampaikan teknik dan cara memasuki industri 4.0. (snt)

Loading...

Komentar