Jokowi: Tahun Depan Indonesia Mulai Produksi Vaksin COVID-19

  • Whatsapp
FOTO: Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

SmartNews, Jakarta – Vaksin COVID-19 ditargetkan akan mulai diproduksi di Indonesia pada Januari-April 2012. Demikian disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi mengatakan, produksi vaksin COVID-19 bekerjasama dengan Sinovac dan perusahaan lain.

Bacaan Lainnya

“Perkiraan kami akan masuk produksi, kira-kira antara Januari-April tahun depan,” ujar Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (13/7/2020).

Presiden mengatakan, uji klinis sudah dilakukan hingga uji ke-3. “Kalau tidak salah sudah sampai uji ke-3, tetapi perlu enam bulan untuk uji terakhir. Jadi kira-kira diproduksi Januari sampai April (2021),” jelas Jokowi.

Dijelaskan, untuk target produksinya adalah sebanyak 347 juta vaksin. “Kebutuhannya kami hitung 347 juta vaksin karena satu orang bisa tidak hanya sekali saja divaksin, karena orang yang sudah divaksin bisa mental lagi, jadi harus divaksin lagi,” lanjutnya.

Presiden Jokowi menargetkan pada 2021 dapat diproduksi 170 juta vaksin. “Nanti kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin adalah bagi tenaga kesehatan dan kelompok rentan, dan wilayah merah,” papar Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, PT Bio Farma (Persero) pada Juli 2020 mulai melakukan uji klinis ketiga vaksin COVID-19 bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd, perusahaan bioteknologi asal China.

Sementara PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc. Kerja sama keduanya mulai memasuki tahap uji klinis.

“Kerja sama dengan Sinovac, tetapi pasti nanti dia (Sinovac) akan memberikan untuk rakyatnya dulu sebanyak 1,4 miliar (orang), berapa tahun akan selesai? Korea (Selatan) juga akan selesaikan dengan rakyatnya dulu baru diekspor oleh karena itu Indonesia bekerja sama dengan beberapa negara agar produksi bisa cepat,” tutur Presiden Jokowi.

Diketahui, Bio Farma sudah berpengalaman dengan vaksin polio. “Kami siapkan biofarma, dia pernah pengalaman polio. Kuncinya adalah vaksin dan mengerem agar COVID-19 tidak naik secara drastis,” tambah Presiden.

Sebelum vaksin ditemukan, Presiden Jokowi menekankan untuk melakukan tes masif, “tracing” agresif dan “treatment” yang dilakukan dengan baik.

“Saat vaksinasi sudah dilakukan, baru bisa turun kalau sekarang adalah mencegah agar (kasus positif) tidak naik, yang sembuh makin banyak, yang ‘positive ratenya’, apalagi tes masif, ‘tracing’ agresif, ‘treatment’ yang dikerjakan manajemen yang baik, beberapa daerah belum melakukan ini, kami ingatkan,” jelas Jokowi.

Sinovac mengklaim vaksin COVID-19 ini aman dan mampu memicu respons kekebalan dan menunjukkan adanya potensi mempertahankan diri melawan infeksi virus corona baru. Vaksin buatan Sinovac diberi nama CoronaVac. (jpnn_snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *