WHO Ingatkan Pandemi Corona Makin Parah dan Sulit Dikendalikan, Begini Penjelasannya

  • Whatsapp
FOTO: Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

SmartNews, Tapanuli – Pandemi Corona akan semakin parah dan sulit dikendalikan. Hal ini disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Virus Corona masih menjadi musuh nomor satu,” jelas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataannya Senin (13/7/2020).

Bacaan Lainnya

WHO menilai hal ini lantaran sebagian besar dunia tengah menghadapi pandemi Corona yang semakin buruk.

Jumlah kasus corona bahkan meningkat dua kali lipat dalam enam minggu terakhir. “Tetapi di sebagian besar dunia, virus tidak terkendali, semakin buruk. Pandemi masih meningkat. Jumlah total kasus telah dua kali lipat dalam enam minggu terakhir,” ungkap Tedros.

Setidaknya virus Corona COVID-19 sudah menginfeksi lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 500 ribu orang, menurut data yang dimuat Universitas John Hopkins.

“Biarkan saya berterus terang, terlalu banyak negara menuju arah yang salah, virus tetap menjadi musuh publik nomor satu,” lanjut Tedros.

Dia mengatakan, jika dasar-dasar tidak diikuti, satu-satunya hal yang akan terjadi adalah pandemi Corona ini akan berlangsung, itu akan menjadi lebih buruk dan semakin buruk. Tapi itu tidak harus seperti ini.

Baru-baru ini, tim WHO telah pergi ke China untuk menyelidiki asal-usul virus corona baru, yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan.

“Anggota tim dari WHO dikarantina terlebih dahulu sebelum mereka mulai bekerja dengan para ilmuwan China,” demikian penjelasan kepala darurat WHO Mike Ryan.

Tedros telah berulang kali membela tanggapan WHO dengan alasan bahwa badan kesehatan PBB memperingatkan negara-negara lebih awal tentang ancaman terkait pandemi.

“Selama bertahun-tahun, banyak dari kita yang memperingatkan bahwa pandemi pernapasan yang mematikan tidak bisa dihindari. Namun tetap saja, terlepas dari semua peringatan itu, dunia belum siap. Sistem kami belum siap. Komunitas kami belum siap. Rantai pasokan kami runtuh. Ini saatnya untuk refleksi yang sangat jujur,” Tedros menambahkan. (dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *