Komjen Listyo Sigit Prabowo Calon Tunggal Kapolri, Ini Profilnya

  • Whatsapp
Komjen Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok_instagram)

SNT, Jakarta – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengajukan nama Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri ke DPR.

Selanjutnya, Komjen Listyo Sigit Prabowo akan diuji kepatutan dan kelayakan di DPR. “Surpres telah kami terima dari bapak presiden yang mana bapak presiden menyampaikan usulan pejabat Kapolri yang akan datang dengan nama tunggal yaitu bapak drs. Listyo Sigit Prabowo, yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim di Polri,” kata Ketua DPR, Puan Maharani di gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Bacaan Lainnya

Komjen Listyo Sigit Prabowo saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Seperti apa profil dan sepak terjang Komjen Listyo Sigit?

Sebagaimana dilansir detikcom, Komjen Listyo Sigit Prabowo lahir di Kota Ambon, Maluku, tanggal 5 Mei 1969. Lulusan Akademi Kepolisian 1991 itu menjadi Kapolresta Solo pada 2011.

Sigit pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah (Jateng), dalam masa kepemimpinannya,.

Dan setahun kemudian, Komjen Listyo Sigit Prabowo ditarik ke Bareskrim menjadi Kasubdit II Dittipidum. Dan pada tahun 2013, Komjen Listyo Sigit Prabowo kemudian diangkat menjadi Dirkrimum Polda Sulawesi Tenggara.

Saat Jokowi terpilih sebagai presiden, Komjen Listyo Sigit Prabowo kemudian dipercaya menjadi ajudan. Komjen Listyo Sigit Prabowo mulai bertugas menjadi ajudan Jokowi pada Senin, 27 Oktober 2014.

Dua tahun berselang, Komjen Listyo Sigit Prabowo kembali mendapat promosi. Dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo dipercaya menduduki posisi Kapolda Banten.

Sebagai Kapolda Banten, Listyo Sigit Prabowo sempat mengamankan Pilgub Banten 2017, dan Pilkada Serentak 2018. Listyo Sigit Prabowo bertugas sekitar 2 tahunan sebagai Kapolda Banten.

Pada 2018, Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kadiv Propam Polri, menggantikan Irjen Martuani Sormin, yang ditugaskan sebagai Kapolda Papua.

Dengan jabatan itu, Listyo Sigit Prabowo pun mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Irjen. Listyo Sigit Prabowo selanjutnya dipromosikan menjadi Kabareskrim, yang sebelumnya dijabat Idham Azis, yang diangkat Jokowi menjadi Kapolri.

Sejumlah kasus menonjol ditangani Bareskrim dalam masa kepemimpinan Sigit, salah satunya adalah penangkapan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Proses penangkapan ini sudah berlangsung sejak 20 Juli 2020. Sigit memimpin langsung penangkapan itu. Sigit juga menangani kasus Kebakaran Kejagung yang menyita perhatian masyarakat. Sejumlah orang telah ditetapkan tersangka dan kini kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan.

Kasus lain yang ditanganinya adalah pelanggaran protokol kesehatan di sejumlah wilayah. Dua di antara kasus ini melibatkan Habib Rizieq.

Di masa kepemimpinan Sigit juga, 2 pelaku kasus penyiraman air keras Novel Baswedan tertangkap. Dua pelaku telah divonis hukuman penjara.

Untuk harta kekayaan, berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id, Sigit terakhir kali melaporkan hartanya ke KPK, pada 11 Desember 2020. Total harta yang dimiliki Sigit senilai Rp 8,314 miliar.

Polisi yang kini menjabat Kabareskrim itu tercatat memiliki 3 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa daerah. Total nilai tanah dan bangunan milik Sigit Rp 6,15 miliar.

Sigit tercatat hanya memiliki 1 mobil senilai Rp 320 juta. Mantan ajudan Presiden Jokowi itu juga memiliki harta bergerak senilai Rp 975 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp 869 juta. (dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *