Bill Gates Bakal Redupkan Sinar Matahari, Bagaimana Caranya?

  • Whatsapp
Ilustrasi Matahari Bersinar (Foto: Pixabay)

SNT – Bill Gates dikabarkan mendanai sebuah proyek yang akan meredupkan sinar matahari. Hal itu bertujuan untuk mendinginkan Bumi.

Penelitian yang disebut Stratospheric Controlled Disturbance Experiment atau SCoPEx, dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard.

Bacaan Lainnya

Pendiri Microsoft itu mengatakan, Matahari tidak bisa ditutupi dengan jari, namun mungkin bisa dengan sains dan teknologi.

Proyek ini bertujuan untuk mencapai sinar matahari kemudian dipantulkan di luar atmosfer planet Bumi, menurut laman Entrepreneur, Kamis (4/2/2021) melansir VIVA.

Baca Juga: Janda 51 Tahun Dibawa ke Villa, Pria Ini Bilang Lebih Berpengalaman

Dikatakan, solusi ini akan dicapai dengan menyemprotkan berton-ton kalsium karbonat tidak beracun (CaCO3) ke atmosfer.

SCoPEx merupakan eksperimen ilmiah untuk memajukan pemahaman tentang aerosol stratosfer yang relevan untuk rekayasa geo surya.

Proyek ini dimulai dengan sejumlah tes, dan tahap awal adalah pelepasan balon dengan peralatan ilmiah yang tidak akan menyemprotkan CaCO3, namun akan berfungsi sebagai uji gerak dan untuk mengeksplorasi komunikasi dan sistem operasi.

Baca Juga: Sekilas Bagai Jodoh, Ternyata 6 Zodiak Ini Berakhir Putus

“Kami berencana menggunakan balon ketinggian untuk mengangkat paket instrumen sekitar 20 km ke atmosfer. Setelah di tempatkan, sejumlah kecil material akan dilepaskan untuk menciptakan massa udara dengan panjang sekitar satu kilometer dan diameter seratus meter,” jelas proyek tersebut.

Balon yang sama akan digunakan untuk mengukur perubahan yang dihasilkan pada massa udara yang tidak normal, termasuk perubahan densitas aerosol, kimia atmosfer, dan hamburan cahaya.

Baca Juga: Beraksi di Tangga 100 Sibolga Menggunakan Linggis dan Parang, Korbannya Sejoli “Mana Hape Kalian”

Penentang ilmiah dari proyek ini percaya bahwa, geoengineering Matahari dapat membawa risiko yang tidak dapat dihindari dan perubahan ekstrem dalam pola cuaca yang tidak berbeda dengan tren pemanasan saat ini.
Mereka juga menjelaskan bahwa pemerhati lingkungan takut bahwa perubahan dramatis dalam strategi mitigasi ini akan menjadi ‘lampu hijau’ bagi gas rumah kaca untuk terus dilepaskan tanpa kendala. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *