Polisi Serahkan Berkas Tersangka Penipu 500 Juta ke Kejari Taput

  • Whatsapp
Foto: dok_istimewa
Foto: dok_istimewa

SNT, Taput – Polisi melimpahkan berkas perkara penipuan sebesar 500 juta rupiah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Utara (Taput).

“Pelimpahan setelah proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana penipuan yang merugikan korban SPN (37) warga Desa Sipahutar 1 Kecamatan Sipahutar, telah dianggap lengkap,” kata Kapolres Taput, AKBP Muhammad Saleh melalui Kasubbag Humas, Aiptu Walpon Baringbing dalam keterangan tertulis, Jumat (4/5/2021).

Bacaan Lainnya

Baca Juga: ‘Gak Kasihan Kau Lihat Perempuan Itu, Nggak Usahlah’

Dijelaskan, dalam perkara ini, tersangka PNS (30) warga Desa Sipahutar 1, Kecamatan Sipahutar, Taput melakukan penipuan atas korban SPN pada Januari 2021.

Kasus ini terungkap setelah korban melaporkannya ke Mapolres Taput pada 10 Februari 2021.

“Setelah dilakukan penyidikan dan cukup alat bukti, PNS pun langsung ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan pada tanggal 21 April 2021,” jelas Walpon.

Baca Juga: Emak-Emak Berantem Sampai Gigit Jempol Hingga Putus Gegara Cabai

“Sebelum korban melaporkan hal tersebut ke Polres Taput, korban masih mengajak tersangka untuk damai dengan mengembalikan uangnya. Namun tersangka tidak ada niat baik dan bahkan sering bersembunyi-sembunyi,” ujarnya.

Walpon pun menerangkan modus yang dilakukan tersangka terhadap korban. Katanya, awalnya PNS mengajak SPN untuk menabung deposite di salah satu BPR. PNS mengaku bekerja di BPR tersebut, setelah pernah mendatangi korban di rumahnya.

Baca Juga: Polisi Gelar KYRD 4 Jam Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Blong di Tapteng

Kepada korban, tersangka menjanjikan bunga deposite yang besar dan bonus hadiah berupa sepeda motor dan emas. “Korban pun tergiur atas bujuk rayu tersangka, dan langsung mengikuti apa tersangka,” beber Walpon.

Rupanya, saat membuka deposite di salah satu BPR tersebut, korban ternyata tidak diperbolehkan untuk ikut langsung. “Tersangka menganjurkan kepada korban supaya deposite itu dibuat langsung oleh tersangka,” terangnya.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Bermuka Dua dan Tak Bisa Dipercaya

Selanjutnya tersangka menyuruh korban mentransfer uang sebesar Rp 500 juta. “Uang itu ditransfer korban dalam 11 tahap, mulai tanggal 6 Januari sampai 13 Januari. Namun buku deposite dari BPR tersebut yang dijanjikan tersangka tak kunjung ada diserahkan kepada si korban,” jelas Walpon.

Setelah beberapa lama, korban pun merasa curiga dan langsung menghubungi serta menjumpai tersangka PS pada 17 Januari 2021. Korban meminta supaya tersangka PNS mengembalikan uang Rp 500 juta tersebut.

Baca Juga: Jokowi Kesal Data Bansos Amburadul

Namun niat baik tersangka tidak ada untuk mengembalikan uang korban. Tersangka selalu membuat alasan. Karenanya, korban SPN tak terima dan langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Taput.

Dari hasil penyidikan Polisi menyebut sudah ada alat bukti yang terpenuhi, dan PNS pun ditetapkan dan langsung ditahan. “Terhadap tersangka, kita menerapkan pasal 372 sub 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” Walpon menambahkan. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *