Polisi Amankan Seorang Ustaz di Sumbar

  • Whatsapp
Ustaz S Diamankan di Kantor Polisi. (Foto: dok-istimewa-dtc)
Ustaz S Diamankan di Kantor Polisi. (Foto: dok-istimewa-dtc)

SNT – Seorang guru sekaligus ketua yayasan pendidikan SMP Islam terpadu di Kota Padang Panjang, Sumatra Barat (Sumbar), ditangkap.

Dia ditangkap atas dugaan pelecehan terhadap siswanya. Pelaku bernama Ustaz S (33) diduga melakukan pelecehan seksual sesama jenis terhadap muridnya.

Bacaan Lainnya

S memberi pemahaman salah terhadap korban yang berusia 14 tahun. Dia mengatakan melakukan onani dan oral sex bisa meningkatkan kepercayaan diri.

“Tersangka mengatakan kepada korbannya bahwa melakukan (onani) itu bisa meningkatkan percaya diri,” kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Ferly P Marasin, Senin (14/6/2021) sebagaimana dilansir detikcom.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku sempat meminta korban mengirimkan video yang menyorot alat kelamin.

Korban sempat menolak dan bertanya soal tujuan pengiriman video yang tidak senonoh tersebut.

Pelaku diduga mengalami penyimpangan seksual berupa menyukai sesama jenis. Tersangka melampiaskan ulah bejatnya kepada korban yang masih di bawah umur.

“Awalnya tersangka minta agar korban memvideokan alat kelamin korban. Saat itu korban bertanya apa manfaatnya, yang kemudian dijawab tersangka untuk meningkatkan percaya diri,” katanya.

Namun korban tidak kuasa saat disuruh tersangka datang ke asrama sekolah tersebut.

Di kamar Wali Asrama, pelaku memaksa korban melakukan onani dan oral sex.

S ditangkap pada Kamis (10/6) dan resmi ditahan pada Jumat (11/6).

“Kita terima laporan pada 25 Mei. Lalu tersangka kita tangkap 10 Juni dan ditahan 11 Juni beserta barang bukti,” kata Ferly.

Pelecehan itu terjadi beberapa kali. Dalam laporan korban kepada polisi, ada tiga kali peristiwa bejat yang dialami korban. Masing-masing pada 26 Desember 2020, lalu 6 Januari, dan 21 Januari 2021.

Dalam kasus ini, Polisi menjerat tersangka dengan sejumlah pasal tentang perlindungan anak. (dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *