Tertarik Program Nikson Nababan di Masa Pandemi, Bupati Garut Studi Tiru ke Tapanuli Utara

  • Whatsapp
Bupati Taput-Bupati Garut dan Ketua PKK Taput.

SNT – Bupati Garut Rudy Gunawan bertandang ke Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Selasa (12/10). Ngapain?

Rupanya, Bupati Rudy Gunawan penasaran dengan budidaya ikan di Taput yang selama ini hasilnya mampu untuk penguatan pemulihan ekonomi masyarakat di masa Pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Awalnya kata Rudy, berdasarkan data yang diperoleh Kabupaten Garut atas Penghargaan Apresiasi Indonesia Award 2020 Kategori Intensifikasi Pertanian yang telah diraih oleh Bupati Nikson untuk Kategori Intersifikasi Pertanian melalui pencetakan kolam dengan alat berat seluas 12 hektar, serta penaburan benih ikan untuk pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

“Maka dalam rangka penguatan pemulihan ekonomi di Kabupaten Garut di masa pandemi ini, kita melaksanakan studi tiru terkait pelaksanaan penaburan benih ikan di Kabupaten Tapanuli Utara,” ungkap Rudy Gunawan.

Dalam pertemuan ini, Rudy Gunawan berkesempatan menerangkan soal potensi yang ada di daerah Garut.

“Kabupaten Garut menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Jawa Barat antara lain Gunung Papandayan, Telaga Bodas. Kami juga punya laut, sekarang dijadikan untuk budidaya lobster dan udang. Di pertanian Garut adalah penghasil terbesar jagung di seluruh Jawa Barat, juga ahli dalam bidang holtikultura. Hampir semua produk di Jakarta dihasilkan oleh Garut. Kami juga dianugerahi wisata alam air panas yang berada di tengah kota,” terangnya.

Mengawali sambutannya, Bupati Nikson menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan Bupati Garut.

“Selamat Datang di Kabupaten Tapanuli Utara. Kami sangat bahagia dan bangga atas kunjungan Bupati Garut ke tempat kami,” ucap Nikson.

“Kalau Garut banyak warganya tetapi tanah sedikit, Taput sebaliknya. Tanah Taput luas penduduknya sedikit dibanding Garut. Sumber Daya Alam hanya pertanian, ada juga energi dan Taput terbesar di dunia, panas bumi yaitu PT. SOL dengan kekuatan 1000 mega watt, dan juga air terjun totalnya 300 watt serta penyumbang air pada PT Inalum, selebihnya adalah bertani. Fokus pembangunan Taput adalah di sektor pertanian,” papar Nikson.

“7 tahun ini pembangunan kita mulai berbasis desa, dengan tagline Membangun Tapanuli Utara dimulai dari Desa”. Ketika saya menjabat kepala daerah, masih ada 240 desa, 30% terisolir, jalan setapak dan belum ada aliran listrik. Namun sekarang sudah terbuka interkoneksi desa, kecamatan bahkan dusun, dan sekarang bagaimana menyelesaikan ini menjadi infrastruktur jembatan yang memadai. Di daerah ini banyak jembatan karena pegunungan,” sambungnya.

“Di tahun 2020, Taput mendapat bantuan PEN sebanyak 400 miliar. Dipergunakan untuk memekarkan desa. Karena bagi saya desa kuat maka kota kuat. Salah satu lagi kemajuan pembangunan di Taput adalah berdirinya Bandara Internasional Silangit yang memudahkan akses perjalanan luar kota bahkan luar negeri. Cita-cita yang ingin diraih selanjutnya adalah Universitas Negeri Umum Tapanuli Utara, dan harapan ini sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo,” ungkap Nikson.

Bupati dua periode itu menerangkan, bahwa di tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Taput tetap surplus.

“Penyumbang terbesar adalah holtikultura dan jasa. Sekarang sudah dimulai fondasi infrastruktur yang harus baik dan memadai, interkoneksi antar desa harus selesai, kemudian UMKM yang terus dikembangkan, sektor ketahanan pangan dengan terus melakukan mekanisasi, melakukan jaminan harga dan pro kepada petani dengan memberi pupuk yang dibayar setelah panen, juga jaminan harga cabai dan bawang merah. Kedepannya kita akan mengalokasikan anggaran untuk terus mekanisasi besar-besaran dan jaminan harga akan ditambah,” pungkasnya. (ril) )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *