oleh

Kapolres Sibolga Bertemu Para Tokoh, Forkopimda, Pimpinan Ormas dan Masyarakat

Sibolga – Kapolres Sibolga, AKBP Edwin Hatorangan Hariandja didampingi sejumlah Perwira Jajaran Polres Sibolga, Senin, 14 Mei 2018 menjamu para Tokoh Adat, Agama, Masyarakat dan Forkopimda, dalam acara silatuhrahmi dalam rangka untuk menciptakan situasi kamtibmas (Cipta Sitkam), yang kondusif di wilayah kota Sibolga, bertempat di Aula Mapolres di Jalan Dr.FL Tobing.

Acara ini dimaksudkan sebagai langkah untuk mengantisipasi menjalarnya tindakan teror bom bunuh diri, seperti yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, yang kemudian berlanjut pada Senin pagi, 14 Mei 2018 oleh dua pengendara sepeda motor di pos penjagaan Polrestabes Surabaya.

Edwin Hatorangan menjelaskan, pertemuan silaturahmi ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Kapolri.

“Sebenarnya kita berkumpul disini karena adanya perintah dari Kapolri dan Kapolda Sumut. Sebenarnya tanpa diperintahkan pun, saya akan tetap mengumpulkan saudara-saudara sekalian untuk menjelaskan apa sih sebetulnya permasalahan yang terjadi,” ujar Edwin mengawali sambutannya.

Edwin berharap, agar teror yang terjadi di Surabaya tidak sampai membias ke Kota Sibolga berjuluk “Negeri Berbilang Kaum Perekat Umat Antar Beragama” bisa kita jaga,” pinta Edwin.

Dengan pertemuan ini, lanjut Edwin, kiranya tetap terjalin kedekatan, kompak dan solid sesama warga, dan para tokoh yang ada di Kota Sibolga.

“Maka untuk menjaga kedekatan itu, kita harus kompak. Kita harus solid satu sama lain untuk membina kerukunan, bersilatuhrahmi dengan semua tokoh dan anak bangsa. Kami dari Polres Sibolga sangat prihatin dan mengutuk peristiwa yang terjadi di Surabaya,” ucap Edwin.

Pada kesempatan itu, Edwin juga memaparkan, bahwa penjagaan di Mapolres Sibolga akan diperketat pasca teror bom di Mako Brimob dan di Surabaya.

“Jadi nanti penjagaan di Mapolres Sibolga dan di Polsek akan diperketat untuk mengantisipasi serangan teror,” ungkapya.

Edwin minta agar ke depan segenap elemen masyarakat di Sibolga lebih meningkatkan kebersamaan, sehingga tidak terjadi konflik ditengah masyarakat yang justru akan dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk mengeksploitasi permasalahan.

“Untuk itu saya mohon kepada tokoh masyarakat, Forkopimda untuk memberikan hal-hal positif, energi positif kepada masyarakat. Kami dari Polres Sibolga tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari tokoh Adat, tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Ormas, dan Pemuda. Kami tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, kita harus bergandengan tangan untuk menyelesaikan masalah ini, jangan sampai ber akses ke Sibolga. Mari kita pagari Sibolga ini, kita jaga sibolga ini,” ajak Edwin.

Masih dalam sambutannya, Kapolres Sibolga menyebut, sejak Minggu malam, 13 Mei 2018, Polda Sumut telah siaga satu pasca teror bom yang terjadi di Surabaya.

“Jadi mulai Minggu malam, 13 Mei 2018, Polda Sumut telah memberlakukan siaga satu pasca teror bom di Surabaya. Siaga satu juga dimungkinkan untuk seluruh Indonesia. Konsekuensi dari siaga satu, kami dari kepolisian, 2/3 dari kekuatan kami harus ada di Mapolda. Namun keterbatasan anggota kami ini, kami memohon dukungan dari Bapak Wali Kota dan jajarannya, Ketua DPRD, TNI dan seluruh masyarakat Kota Sibolga ini, bantu kami,” tuturnya.

Selain itu, Kapolres Sibolga juga minta agar pengurus rumah ibadah dan di perkantoran memasang kamera pengintai (CCTV).

“Dengan dipasangnya CCTV di rumah ibadaj dan di perkantoran sangat berguna sekali, karena bisa dimonitor terhadap gerak gerik yang mencurigakan. Kita manusia tidak bisa melek selama 24 jam, tapi biar CCTV yang merekam seluruh kegiatan, mengawasi yang terjadi,” tutupnya.

Acara ini dihadiri ratusan perwakilan Tokoh Adat, Tokoh Agama, Pimpinan Ormas, Masyarakat, Anggota DPRD Kota Sibolga, Para Pimpinan SKPD, perwakilan dari Masing-masing Forkopimda Sibolga-Tapteng.

Kemudian acara ini di akhiri dengan penandatanganan pernyataan sikap, mendukung kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. (ferry sitohang_snt)

Komentar