Tak Banyak yang Tahu, Mengencangkan Rantai Motor Ada Aturannya

  • Whatsapp
Rantai Motor. (Foto: Pixabay)

SmartNews – Rantai sepeda motor yang terlalu kendur, bisa menyebabkan suara berisik dan berkurangnya tenaga mesin. Sehingga banyak yang memutuskan untuk melakukan pengencangan terhadap pemutar roda belakang tersebut.

Akan tetapi, mengatur tarikan rantai tak semudah itu. Mengingat, pengencangan atau pengendurannya membutuhkan beberapa pertimbangan. Salah satunya, beban penumpang sepeda motor.

Bacaan Lainnya

Apabila sering berboncengan, terutama dengan yang posturnya besar, disarankan tak menarik rantai terlalu kencang. Sebab, komponen tersebut akan menegang dan bisa berakhir putus.

Pemilik bengkel Agatha Motor di Jalan Jenderal Sudirman Bekasi, yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa dalam pengaturan tarikan rantai, baiknya berpatokan pada beban yang sering ditanggung sepeda motor.

“Kalau naik motor, beban kan ditanggung sama ban belakang. Apalagi kalau boncengan. Jadi, rantai itu (yang terlalu kencang), membawa beban yang berat, bakalan kaget di tarikan pertama. Kalau langsung gas pol, bisa-bisa putus di tempat,” ujarnya, kepada VIVA, baru-baru ini.

Artinya, lanjut pria tersebut, penting untuk menyelaraskan beban yang ditanggung sepeda motor, dengan tingkat kekencangan rantai. Apabila proses pengencangan rantai dilakukan di bengkel, jangan ragu menyampaikan ke mekanik perihal beban tersebut.

“Setiap mau mengencangkan rantai, dikira-kira bebannya. Kalau yang mengencangkan mekanik, bilang motor lebih sering dipakai sendiri atau membonceng,” jelas dia. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *