oleh

Seluruh Puskesmas di Tapanuli Tengah Waspada Cacar Monyet

SmartNews, Tapteng – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengatakan belum ada langkah khusus untuk pencegahan virus monkeypox atau cacar monyet di daerah itu.

“Belum ada langkah khusus terkait penyebaran virus monkeypox tersebut,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tapteng, Fadriani Marbun kepada SmartNews, Rabu (15/5/2019).

Meski demikian, Fadriani menyebut melalui seksi Survailance dan Imunisasi telah membuat surat edaran ke semua Puskesmas di daerah itu untuk melakukan upaya pencegahan.

“Surat edaran sudah kita kirim ke semua Puskesmas di Tapanuli Tengah untuk waspada terkait cacar monyet tersebut,” jelas Fadriani.

Pihak berwenang Singapura telah mengonfirmasi kasus monkeypox atau cacar monyet pertama di negara itu, yang didapati pada seorang warga Nigeria yang tiba di Singapura 28 April lalu. Pria 38 tahun itu dinyatakan positif terjangkit virus cacar monyet pada 8 Mei.

Sehari setelah kedatangannya di Singapura, pria tersebut menghadiri lokakarya dua hari. Pada 30 April, ia menderita demam, nyeri otot, ruam kulit dan menggigil.

Dia menghabiskan sebagian besar waktunya satu minggu kemudian di kamar hotelnya, hingga akhirnya pada tanggal 7 Mei harus dibawa dengan ambulans ke RS Tan Tock Seng.

Kini ia berada dalam kondisi stabil di bangsal isolasi National Centre for Infectious Diseases (NCID), demikian pernyataan rilis media dari Kementerian Kesehatan Singapura sebagaimana dilansir detikcom.

Pria itu mengatakan bahwa sebelum kedatangannya di Singapura, ia menghadiri sebuah pernikahan di Nigeria, di mana ia mungkin mengonsumsi daging hewan liar, yang bisa menjadi sumber penularan virus cacar monyet. (snt-dtc)

Loading...

Komentar