Penertiban Ricuh, Sejumlah Petugas Satpol PP dan Damkar Sibolga Dirawat di Rumah Sakit

  • Whatsapp
Seorang Wanita Naik ke Atap Warung yang Hendak Dibongkar Petugas Satpol PP Siibolga, Kamis 3 Oktober 2019.

SmartNews, Sibolga – Sejumlah petugas Satpol PP dan Damkar Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) mendapat perawatan medis di RSUD FL Tobing saat penertiban warung di sekitaran Pelabuhan Pelindo I Sibolga, Kamis (3/10/2019).

Kepala Dinas (Kadis) Satpol PP dan Damkar Kota Sibolga, Singkat Sijabat membenarkan hal itu saat dikonfirmasi SmartNews, Kamis malam. Namun, belum diperoleh jumlah yang pasti, berapa orang sebenarnya petugas Satpol PP dan Damkar yang mendapat perawatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi diperoleh menyebut, ada 4 petugas Satpol PP dan Damkar yang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Petugas kita yang dirawat itu ada yang terkena lemparan batu, kemudian ada tangan dan lehernya kena garut,” jelas Singkat.

Menurut Singkat, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk sudah menjenguk sejumlah petugas Satpol PP dan Damkar yang dirawat itu pada, Kamis sore. “Petugas kita yang dirawat sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Dia mengatakan, mengingat situasi tidak kondusif. Penertiban warung yang berada di perbatasan Kelurahan Pancuran Pinang dan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas itu terpaksa dihentikan untuk sementara.

“Penertiban kita hentikan sementara karena situasi yang tidak kondusif,” katanya.

Lanjutnya, penertiban dilakukan karena keberadaan sejumlah warung di kawasan itu melanggar peraturan daerah.

“Keberadaan belasan warung di daerah itu bertentangan dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 4 tahun 1995, yakni tidak diperbolehkan menggunakan trotoar atau badan jalan untuk tempat berjualan,” sebutnya.

Sambungnya lagi, penertiban warung di kawasan tersebut sudah berlangsung sejak kemarin, Rabu (2/10/2019), kemudian dilanjut pagi tadi.

“Ada sekitar 13 warung yang akan ditertibkan di lokasi itu. Kemarin sudah lima warung, dan pagi tadi sudah lima kios ditertibkan,” pungkasnya.

Saat berlangsung penertiban, seorang wanita nyaris membuka pakaiannya dihadapan petugas Satpol PP dan Damkar Kota Sibolga, Sumatera Utara, ketika kios miliknya hendak dibongkar.

Pantauan SmartNews di lokasi, wanita tersebut awalnya naik ke atap warung. Di sana, ia berdiri, dan sesekali wanita itu berbaring, dan duduk di atas warung yang beratapkan seng itu.

Wanita yang belum diperoleh identitasnya itu mengaku sedang menunggu lurah setempat, sebelum kiosnya dibongkar oleh petugas Satpol PP dan Damkar.

“Biar datang dulu dia (lurah). Apa alasan dia gak datang ke sini,” teriaknya sambil duduk di atas warung tersebut.

Aksi wanita ini pun menyita perhatian awak media yang melakukan peliputan di lokasi.

Sementara di depan warung tersebut, sejumlah ibu rumah tangga terlihat berjaga-jaga untuk menghalau petugas yang akan melakukan pembongkaran warung tersebut.

Melihat warga yang terus melakukan penghadangan. Satpol PP dan Damkar Kota Sibolga selanjutnya menyemprotkan air dari mobil pemadam kebakaran (damkar).

Wanita yang di atap warung tadi pun masih tetap berusaha sekuat tenaga menahan semprotan air. Dia membaringkan tubuhnya. Beberapa kali terkena terjangan air dari damkar yang diarahkan ke wanita tersebut, membuatnya mengalah dan kemudian turun dari atas warung itu.

Sementara di depan kios ini, sejumlah ibu rumah tangga terlihat terlibat aksi dorong-dorongan dengan petugas Satpol PP dan Damkar Sibolga.

Ditengah aksi dorong-dorongan, para ibu rumah tangga tersebut tak kuasa menahan terjangan semprotan air, ditambah jumlah petugas Satpol PP dan Damkar yang tidak sebanding dengan warga.

Warga terus memberikan perlawanan agar warungnya tidak dibongkar. Warga lainnya yang tersulut emosi melihat situasi ini, petugas Satpol PP dan Damkar mulai dilempari batu dan kayu. Situasi pun kian memanas, dan nyaris terlibat bentrokan antara warga dan petugas Satpol PP.

Beruntung, petugas kepolisian yang sejak awal berada di lokasi melakukan pengamanan yang dapat meredam emosi warga. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *