Wali Kota Sibolga Akan Mencopot yang Terlibat Penyelewengan Bansos COVID-19

  • Whatsapp
FOTO: Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk Didampingi Sekdakot Sibolga. (Foto: Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Lurah Pancuran Bambu insial SW dicopot oleh Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk karena diduga menyelewengkan bantuan sosial (Bansos) COVID-19.

Pencopotan terhadap SW dari jabatannya itu dilakukan pada Jumat pagi (3/7/2020). Sementara, penggantinya Camat Sibolga Sambas, Syamsir Alamsyah Situmeang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt).

Bacaan Lainnya

Wali Kota Syarfi Hutauruk sangat menyesalkan sikap SW yang telah mencoreng marwah dan wibawa Pemerintah Kota Sibolga.

Syarfi juga menegaskan akan mencopot semua yang terlibat menunggu hasil penyelidikan. Baik staf kelurahan maupun kepala lingkungan.

“Apa yang dilakukan SW bertentangan dengan komitmen Pemko Sibolga dan Gugus Tugas dalam melakukan percepatan penanganan COVID-19 di Kota Sibolga. Saya kerap menegaskan, agar tidak bermain-main dengan Bansos COVID-19. Namum realitanya, oknum Lurah tersebut telah menyimpang dari yang seharusnya. Ini merupakan perbuatan tercela dan sangat mencoreng marwah pemerintah,” jelas Syarfi Hutauruk.

Dijelaskan, pencopotan SW dilakukan berdasarkan hasil rapat pembinaan kepegawaian (Binap), dan surat keputusan (SK) Wali Kota Sibolga Nomor 880/240/Tahun 2020, tertanggal 3 Juli 2020 tentang Pemberhentian ASN dari Jabatan Pengawas sebagai Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Sibolga. Pengangkatan Camat Sibolga Sambas sebagai Plt Lurah, tertuang dalam Surat Perintah Tugas (SPT) Wali Kota Nomor 820/1114/ BKD tertanggal 3 Juli 2020.

Sebelumnya diberitakan, awalnya dugaan adanya penyelewengan bansos COVID-19 dari Kelurahan Pancuran Bambu itu terbongkar oleh salah seorang warga bernama Sulaiman, warga Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng.

Kepada wartawan Sulaiman mengatakan, adanya bansos COVID-19 yang diduga hendak dijual itu, ia ketahui pada Rabu (1/7/2020), sekira pukul 15.00 WIB di kawasan Panomboman.

Di sana, Sulaiman mengaku melihat ada keramaian warga. Penasaran lokasi keramaian itu dan dia pun melihat ada becak bermotor membawa puluhan kantong bahan makanan berupa beras dan mi instan, yang diduga hendak dijual.

Sulaiman ingin mengetahui dari mana bahan pangan tersebut. “Kutanya, barang ini dari mana? Terus ada yang bilang dari Sambas. Lalu kubuka isinya, ternyata barang bantuan. Kutanya lagi, siapa yang bawa? Tukang becak. Yang mengawal siapa? Ada tadi naik motor, orangnya tinggi-tinggi pakai celana pendek, kalau tak salah itu pegawai kelurahan,” kata Sulaiman kepada wartawan, Kamis (2/7/2020) kemarin.

FOTO: Mobil Polisi di Depan Kantor Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Kamis 2 Juli 2020. (Foto: Dok_Istimewa)

Mengetahui hal itu, Sulaiman selanjutnya menelepon temannya, seraya mengikuti becak tersebut sampai ke Pintu Angin.

“Tukang becak juga mengakui, barang yang dibawa itu berasal dari kantor kelurahan. Kalau saya mengatakan itu pasti mau dijual, kenapa saya bilang begitu, karena dari Kota Sibolga dibawa ke Tapteng. Isinya beras, mi instan,” sebutnya.

Diketahui, kasus ini sedang ditangani oleh Polres Sibolga, namun belum ada keterangan lebih lanjut dari kepolisian. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *