Sempat Viral Dugaan Penyelewengan Bansos COVID-19 di Sibolga, Begini Ceritanya

  • Whatsapp
FOTO: Plt Ketua BaraJP Sibolga Sambas, Sabar Hasiholan Pasaribu. (Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Plt Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Kecamatan Sibolga Sambas, Sabar Hasiholan Pasaribu, mengungkapkan kronologi tertangkapnya bantuan sosial (Bansos) yang berasal dari Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, yang diduga “dimainkan” oknum tertentu untuk mencari keuntungan.

Sabar Hasiholan Pasaribu menjelaskan, bahwa dialah orang yang telah menangkap basah dugaan permainan curang bansos dari Kelurahan Pancuran Bambu tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami berdua yang menggerebeknya. Saya bersama seorang warga Pancuran Bambu. Naik becak ini kami menggerebeknya,” ungkap Sabar Hasiholan Pasaribu kepada wartawan di Sibolga, Senin (6/7/2020).

Sabar Hasiholan menerangkan, awalnya pada tanggal 1 Juli 2020, dia melihat ada aktivitas bermuat di depan Kantor Lurah Pancuran Bambu. Sejumlah kantongan plastik warna hitam dimuat ke dalam becak bermotor.

Dia bersama seorang warga setempat kemudian membuntuti becak itu sampai ke wilayah Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, atau tepatnya di rumah staf Kelurahan Pancuran Bambu.

Setelah muatannya dibongkar dari becak, Sabar Hasiholan bersama warga tadi langsung menemui oknum staf kelurahan tersebut seraya menyatakan bahwa kegiatan tersebut adalah ilegal.

“Oknum staf kelurahan itu terlihat gugup dan langsung menghubungi seseorang, seraya menawarkan untuk berbicara dengan kami, namun kami menolaknya,” terang Sabar Hasiholan.

Karena penolakan itu, kantongan plastik hitam tersebut kemudian dimuat lagi ke dalam becak dan langsung dibawa.

Sabar Hasiholan yang juga mengendarai becak langsung mengejarnya. Becak itu berhasil dipepet di jalan, persis di area kuburan Panomboman. Setelah itu, terjadilah keramaian yang ditonton masyarakat setempat.

“Tak berapa lama, datang Bhabinkamtibmas Kelurahan Sibolga Ilir bermarga Hutauruk. Bapak itu yang mengawal kami sampai ke Polsek Sibolga Sambas,” katanya.

Sampai di Polsek Sibolga Sambas, polisi langsung memproses masalah ini, dan memanggil oknum Lurah Pancuran Bambu untuk dimintai keterangan.

“Saya juga dimintai keterangan sebagai saksi kedua. Sekira pukul 17.40 WIB, mereka kemudian diarahkan ke Polres Sibolga,” aku Sabar.

Setelah itu, dia pun tidak mengetahui perkembangan kasusnya seperti apa. Sampai sekarang, masih menunggu dipanggil polisi sebagai saksi.

Sabar Hasiholan mengatakan, bahwa Presiden Jokowi telah menegaskan, jangan coba-coba bermain dengan Bansos COVID-19.

“Siapa pun itu, akan ditindak tegas melalui jalur hukum. Kami minta kepada polisi untuk memproses kasus ini hingga tuntas,” harapnya.

Hingga sekarang, polisi belum merilis kasus dugaan penyelewengan bansos dari Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas.

Kasubbag Humas, Iptu R Sormin ketika dihubungi mengatakan, bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

Akibat dugaan penyelewengan bansos ini, Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk langsung mengambil tindakan tegas, pada Jumat (3/7/2020).

Wali kota mencopot oknum Lurah Pancuran Bambu berinisial SW dan menunjuk Camat Sibolga Sambas, Syamsir Alamsyah Situmeang sebagai pelaksana tugasnya. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *