Pelaku Usaha Diminta Tingkatkan Kreatifitas untuk Pemulihan Ekonomi di Tapanuli Utara

  • Whatsapp
FOTO: Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan dan Satika Simamora, Ketua Dekranasda Tapanuli Utara. (Foto: Dok_Istimewa)

SmartNews, Tarutung – Bupati Tapanuli Utara, Drs Nikson Nababan, minta semua pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tapanuli Utara harus bersatu dalam satu asosiasi sehingga memudahkan pemerintah menentukan regulasi mendukung peningkatan usaha termasuk upaya pengembangan sebagai salah satu pusat oleh-oleh Tapanuli Utara.

Bupati Nikson menjelaskan, asosiasi yang dibentuk tidak perlu eksklusif agar tidak terjadi pengkotakan.

Bacaan Lainnya

“Semua usaha harus terlibat dalam kepengurusan tersebut,” jelas Nikson mengawali arahannya ketika menyambut audiensi para pelaku UMKM Tapanuli Utara di Sopo Rakyat kanopi Rumah Dinas Bupati, Tarutung, Kamis (13/8/2020).

Di kesempatan itu, Nikson mengungkapkan, sebagai bentuk perhatiannya untuk mendukung pemasaran UMKM, Pemkab Tapanuli Utara sedang mempersiapkan sebuah aplikasi online.

“Ini adalah salah satu bentuk perhatian saya. Kita sedang mempersiapkan suatu aplikasi online untuk mendukung pemasaran UMKM Tapanuli Utara, termasuk dengan adanya data lengkap nantinya akan memudahkan kita dalam membuat suatu kebijakan maupun regulasinya,” jelas Bupati.

“Pengurusan ijin usaha industri rumah tangga di Tapanuli Utara digratiskan, tidak dipungut biaya. Kita siap memfasilitasi pengurusan ijin di luar wewenang Pemkab Tapanuli Utara. Kita juga akan upayakan agar pasar-pasar modern di Tapanuli Utara untuk turut memasarkan produk UMKM kita ini,” pintanya.

Bupati dua periode itu juga menyampaikan, melihat kondisi perekonomian saat ini para pelaku UMKM ditekankan bahwa pentingnya kreatifitas dalam memajukan usaha.

“Tantangan saat ini memang berat, tapi kita harus siap menghadapinya. Tetap semangat dalam berusaha. Saya berharap seluruhnya mampu kerjasama dan saling mendukung. Yang paling utama adalah kreatifitas kita masing-masing sehingga UMKM maju dan perekonomian mampu bangkit kembali,” ucapnya.

Di kesempatan ini, istri Bupati Tapanuli Utara yang juga selaku Ketua Dekranasda, Ny. Satika Nikson Nababan juga memberikan semangat dan menjelaskan beberapa strategi dalam peningkatan usaha.

“Kalau ingin maju, kita harus siap mengakui kekurangan kita masing-masing, kita harus belajar dari usaha yang sudah maju. Pertama-tama kita harus bisa menentukan apa tujuan usaha kita, apakah nama atau uang, sehingga kita bisa menentukan konsep pemasaran yang bagaimana yang akan menjadi pilihan terbaik,” kata Satika.

“Saya juga mengajak kita semua sebagai yang terlebih dahulu memasarkan produk kita sendiri dengan cara menggunakan produk kita sendiri. Mari kita sama-sama membuka pikiran, jangan selalu berpikiran negatif, harus positif agar anugerah Tuhan selalu bertambah untuk kita. Mari ciptakan kreatifitas, Bapak Bupati bersama Dekranasda siap mendukung. Saya melihat hasil produksi kita memiliki kualitas yang baik, namun itu harus didukung dengan penampilan dan keramahan yang konsisten,” jelasnya.

Dalam audensi dengan Bupati dan Ketua Dekranasda Tapanuli Utara ini, dihadiri 40-an pelaku UMKM, sebagai petenun, penjahit, kerajinan aksesoris dan berbagai usaha kuliner.

Pertemuan ini merupakan lanjutan kegiatan seminar online IV yang diadakan oleh Komunitas Masyarakat Danau Toba (KMDT) dengan tema peran serta Koperasi UMKM menopang ekonomi kerakyatan kawasan Danau Toba Era Jokowi II.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Utara sebagai salah satu narasumber memberikan beberapa masukan serta menjelaskan kendala yang dihadapi para pelaku UMKM, salah satunya adalah permodalan yang tidak didukung oleh regulasi Pemerintah Pusat.

Acara ini turut dihadiri Kadis Koperasi dan UMKM Marco Panggabean, Kadis Perijinan Anas Siagian, Kadis Kesehatan, Alexander Gultom dan Kepala Badan Kesbangpol Hendrik Surbakti. (ril_snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *