Penelitian Terbaru, Ini Gejala Pertama Covid-19

  • Whatsapp
FOTO: Ilustrasi Cek Suhu Tubuh. (Foto: Net)

SmartNews, Tapanuli – Sebenarnya bagaimana untuk membedakan apakah seseorang mengidap virus corona, atau hanya terkena flu biasa?

Sebagaimana dilansir detikcom, Kamis (20/8/2020), bahwa gejala tertular Covid-19 disebutkan hampir memiliki gejala yang sama saat tertular virus lainnya, misalnya seperti flu biasa.

Bacaan Lainnya

Karenanya, sipenderita susah untuk mengetahui, apa sebenarnya yang terjadi dalam tubuh mereka. Akan tetapi saat ini para peneliti disebutkan sudah mulai dapat memberikan gambaran ketika kita tertular virus corona. Maka gejala pertama yang dialami disebutkn adalah demam.

Sedangkan ketika mengalami flu biasa, gejala pertamanya adalah batuk. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang baru yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Public Health oleh peneliti di University of South California (USC) di Amerika Serikat dengan menggunakan data dari sekitar 55 ribu kasus positif Covid-19.

Diterangkan bahwa para peneliti mengatakan, gejala awal terkena corona memiliki gejala yang berurutan, antara lain; demam, batuk, rasa mual dan atau muntah serta diare.

Sehingga sangat penting kemampuan untuk membedakan antara terkena flu dan virus corona, sebab Covid-19 memiliki potensi penularan dua atau tiga kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan flu.

“Urutan gejala ini penting diketahui ketika ada penyakit musiman yang sama seperti flu saat ada penularan Covid-19,” sebut peneliti Peter Kuhn, professor kedokteran dan biomedis dari USC.

Akan tetapi, menurut data Departemen Kesehatan di Australia, batuk lebih banyak dilaporkan sebagai gejala pertama di kalangan pasien Covid-19, yaitu sebanyak 42 persen, dibandingkan demam yang hanya 30 persen.

Dan peneliti di Amerika Serikat juga disebutkan menemukan adanya sedikit perbedaan antara mereka yang tertular Covid-19 dibandingkan virus yang juga memiliki penularan tinggi, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Dikatakan, saluran pernapasan bagian atas terlebih dahulu mendapat serangan virus dibandingkan saluran pernapasan bagian bawah untuk Covid-19, yang berbeda dengan MERS dan SARS. Sehingga itulah sebabnya mengapa rasa pusing dan mual sering muncul duluan sebelum diare pada pasien Covid-19.

Lalu bagaimana kira-kira jika seandainya ada orang mengalami gejala yang lain?

Terkait hal ini, para peneliti di Amerika Serikat menyimpulkan urutan gejala dengan menganalisa data dari 55.924 kasus Covid-19 di China.

Data tersebut dikumpulkan antara tanggal 16-24 Februari 2020 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Peneliti juga mempelajari data tambahan dari 1.099 pasien Covid-19 yang memiliki tingkat keparahan gejala yang berbeda saat masuk ke rumah sakit.

Mereka mengatakan urutan gejala ini tidaklah berbeda dalam kasus yang serius maupun yang ringan.

Para peneliti memfokuskan diri pada empat gejala utama yang mudah dijelaskan oleh pasien dan juga ada di penyakit pernapasan lainnya.

Berikut ini adalah kemungkinan besar gejala yang muncul ketika tertular virus corona; demam, batuk, sama kemungkinan sakit tenggorokan, pusing dan tulang linu, rasa mual/muntah-muntah, diare.

Sedangkan jika gejala bila terkena flu biasa adalah; batuk atau tulang linu, sakit kepala, sakit tenggorokan, demam, kemungkinan mual, muntah, dan diare.

Sacha Stelzer-Braid, pakar masalah virus dari University of New South Wales di Sydney mengatakan penemuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya.

“Urutan gejala yang dilaporkan dalam penelitian tampaknya sejalan dengan bagaimana reaksi kekebalan tubuh kita bekerja,” kata dia.

“Demam terjadi duluan, karena itu adalah reaksi tubuh terhadap virus dan virus mungkin pertama kali menyerang saluran pernapasan dulu, sebelum pindah ke paru-paru hingga kemudian batuk,” terangnya.

Dr Stelzer-Braid memperingatkan untuk berhati-hati menggantungkan diri pada penelitian tersebut, sebab data itu diambil dari pasien yang masuk ke rumah sakit. Itu artinya, mereka sudah memiliki gejala yang sangat tampak.

Disampaikan juga bahwa ada sejumlah penularan virus corona Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala kepada mereka yang mengalaminya.

Terkait hal ini, para peneliti USC juga tidak memberikan penjelasan mengapa ada orang yang tidak menunjukkan gejala.

Dijelaskan, bahwa belum ada data pasti mengenai mereka yang tidak menunjukkan gejala, akan tetapi beberapa penelitian mengatakan 40 persen pengidap Covid-19 tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Menurut Dr Stelzer-Braid, dengan demam menjadi gejala Covid-19 pertama, maka para peneliti mendukung pengecekan suhu tubuh yang dilakukan selama ini untuk melihat apakah seseorang kemungkinan tertular virus corona.

“Untuk memperlambat penyebaran Covid-19, penelitian ini mendukung kebijakan jika suhu tubuh harus dicek sebelum mengizinkan seseorang masuk ke sebuah tempat dan mereka yang memiliki gejala demam harus segera mendapat perhatian medis,” demikian kata dari peneliti. (dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *